Di Antara Adat, Lagu, dan Secangkir Kopi: Cerita di Balik Dibukanya Zodiac Bajo Labuan Bajo
Senin, 22 Desember 2025 - 10:39 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
MANGGARAI BARAT - Sore itu, lantunan musik daerah berpadu dengan langkah-langkah adat Manggarai yang mengiringi kedatangan para tamu kehormatan. Di tengah suasana hangat tersebut, Zodiac Bajo resmi membuka pintunya—bukan sekadar sebagai restoran, coffee, dan lounge baru, tetapi sebagai ruang pertemuan yang lahir dari semangat kebersamaan, budaya, dan pemberdayaan lokal.
Berada di kawasan strategis Labuan Bajo, Zodiac Bajo dirancang sebagai tempat ternyaman untuk menunggu jadwal penerbangan, meeting point yang ideal, sekaligus ruang bersantai dengan ragam menu. Namun lebih dari itu, tempat ini membawa cerita tentang bagaimana bisnis bisa tumbuh seiring dengan nilai- nilai lokal.
Grand opening Zodiac Bajo dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng,M. Kes beserta Ibu, jajaran
instansi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku pariwisata.
Prosesi pembukaan tidak dilewatkan begitu saja—adat Manggarai, tarian daerah Nusa Tenggara Timur, hingga peragaan busana khas NTT menjadi bagian tak terpisahkan dari acara, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar ornamen, melainkan fondasi.
Di balik meja dan dapur Zodiac Bajo, ada cerita lain yang tak kalah penting. Dari 16 orang karyawan, sebanyak 14 orang atau sekitar 87,5 persen merupakan tenaga kerja lokal. Mereka adalah wajah-wajah yang sehari- hari menyambut tamu, menyeduh kopi, menyiapkan hidangan, dan menjaga suasana tetap hangat. Konsultan Hukum Kado Bajo Group, Gabriel Mahal, menyebut bahwa keberpihakan terhadap masyarakat lokal bukan sekadar slogan.
Berada di kawasan strategis Labuan Bajo, Zodiac Bajo dirancang sebagai tempat ternyaman untuk menunggu jadwal penerbangan, meeting point yang ideal, sekaligus ruang bersantai dengan ragam menu. Namun lebih dari itu, tempat ini membawa cerita tentang bagaimana bisnis bisa tumbuh seiring dengan nilai- nilai lokal.
Grand opening Zodiac Bajo dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng,M. Kes beserta Ibu, jajaran
instansi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku pariwisata.
Prosesi pembukaan tidak dilewatkan begitu saja—adat Manggarai, tarian daerah Nusa Tenggara Timur, hingga peragaan busana khas NTT menjadi bagian tak terpisahkan dari acara, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar ornamen, melainkan fondasi.
Di balik meja dan dapur Zodiac Bajo, ada cerita lain yang tak kalah penting. Dari 16 orang karyawan, sebanyak 14 orang atau sekitar 87,5 persen merupakan tenaga kerja lokal. Mereka adalah wajah-wajah yang sehari- hari menyambut tamu, menyeduh kopi, menyiapkan hidangan, dan menjaga suasana tetap hangat. Konsultan Hukum Kado Bajo Group, Gabriel Mahal, menyebut bahwa keberpihakan terhadap masyarakat lokal bukan sekadar slogan.
Lihat Juga :