Polda Metro Jaya Tangkap Dirut Terra Drone Terkait Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang
Kamis, 11 Desember 2025 - 09:47 WIB
loading...
Polda Metro Jaya menangkap Dirut PT Terra Drone, MW terkait terjadinya kebakaran gedung yang menewaskan 22 orang. Kebakaran terjadi pada Selasa 9 Desember 2025. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone, MW. Proses penegakan hukum dilakukan terkait dengan terjadinya kebakaran yang menewaskan 22 orang yang terjadi pada Selasa 9 Desember 2025.
"Benar (telah ditangkap)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra, Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
Polisi sendiri juga telah menetapkan MW sebagai tersangka sebelum melakukan penangkapan pada, Rabu, 10 Desember 2025. "Kemarin," singkat Roby.
Sebelumnya, Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam rangka penyelidikan kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sejumlah saksi telah diperiksa, yaitu pihak karyawan dan pihak sumber daya manusia (HRD) di tempat usaha tersebut.
Polisi menyatakan seluruh korban kebakaran Gedung Terra Drone ditemukan dalam kondisi utuh. Diketahui, dalam kebakaran tersebut terdapat 22 korban meninggal dunia.
Baca juga: Penampakan Gedung Terra Drone Kemayoran Sehari setelah Kebakaran yang Menewaskan 22 Orang
"Untuk korban sejumlah 22 ditemukan dalam keadaan utuh dan masih dapat diidentifikasi," kata Plt. Kabib Fiskomfor Puslabfor Polri, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu saat ditemui di lokasi, Selasa (9/12/2025).
Oleh karena itu, tidak diperlukan lagi tes DNA untuk mengidentifikasi para korban tersebut. "Untuk kegiatan pemeriksaan secara forensik oleh Tim Kimbiofor yang seyogyanya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pemeriksaan DNA tidak perlu dilakukan karena kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali," ujarnya.
Kebakaran melanda Gedung Terra Drone yang berlokasi di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Dalam peristiwa ini, sebanyak 22 orang meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Gulkamart DKI Jakarta, Bayu Megantara seusai pemadaman. "Innalillahi wainnailaihi rajiun, ada 22 orang yang meninggal dunia," kaya Bayu di lokasi.
Bayu menjelaskan, 22 korban ini terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Menurutnya, korban ini sudah semuanya dievakuasi. "Kami nyatakan pemadaman selesai," ujarnya.
"Benar (telah ditangkap)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra, Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
Polisi sendiri juga telah menetapkan MW sebagai tersangka sebelum melakukan penangkapan pada, Rabu, 10 Desember 2025. "Kemarin," singkat Roby.
Sebelumnya, Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam rangka penyelidikan kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sejumlah saksi telah diperiksa, yaitu pihak karyawan dan pihak sumber daya manusia (HRD) di tempat usaha tersebut.
Polisi menyatakan seluruh korban kebakaran Gedung Terra Drone ditemukan dalam kondisi utuh. Diketahui, dalam kebakaran tersebut terdapat 22 korban meninggal dunia.
Baca juga: Penampakan Gedung Terra Drone Kemayoran Sehari setelah Kebakaran yang Menewaskan 22 Orang
"Untuk korban sejumlah 22 ditemukan dalam keadaan utuh dan masih dapat diidentifikasi," kata Plt. Kabib Fiskomfor Puslabfor Polri, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu saat ditemui di lokasi, Selasa (9/12/2025).
Oleh karena itu, tidak diperlukan lagi tes DNA untuk mengidentifikasi para korban tersebut. "Untuk kegiatan pemeriksaan secara forensik oleh Tim Kimbiofor yang seyogyanya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pemeriksaan DNA tidak perlu dilakukan karena kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali," ujarnya.
Kebakaran melanda Gedung Terra Drone yang berlokasi di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Dalam peristiwa ini, sebanyak 22 orang meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Gulkamart DKI Jakarta, Bayu Megantara seusai pemadaman. "Innalillahi wainnailaihi rajiun, ada 22 orang yang meninggal dunia," kaya Bayu di lokasi.
Bayu menjelaskan, 22 korban ini terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Menurutnya, korban ini sudah semuanya dievakuasi. "Kami nyatakan pemadaman selesai," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :