Pembangunan Gedung Drone yang Terbakar Tak Sesuai Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
Rabu, 10 Desember 2025 - 13:35 WIB
loading...
Kebakaran dahsyat yang melanda gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, Selasa (9/12/2025). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran dahsyat yang melanda gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, Selasa (9/12/2025). Pascakebakaran, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pembangunan gedung Terra Drone yang tak sesuai aturan.
"Sebenarnya gini, problem utamanya adalah kalau semuanya menaati aturan pasti tidak terjadi, ini kan pasti dibangun tanpa aturan," ujar Pramono di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Baca juga: 22 Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Ditemukan dalam Kondisi Utuh
Dia telah meninjau lokasi kebakaran. Gubernur melihat tangga darurat pada bangunan itu tidak sesuai prosedur pembangunan. Hal ini yang menyebabkan puluhan orang terjebak di dalam gedung.
"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget dan itu yang menyebabkan beberapa orang nggak bisa turun ke bawah," ucapnya.
Masalah lain, gedung itu juga tidak dipersiapkan dengan sistem penyelamatan atau rescue bila terjadi kebakaran. Padahal, bangunan tersebut menyimpan alat elektronik yang mudah terbakar.
"Memang ada pemadam, hidran ada, tetapi yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual ataupun menyiapkan baterai litium untuk dronenya, yang jadi problem kan kemarin itu," ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta akan bertanggung jawab menanggung biaya pemakaman puluhan korban jiwa. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Pramono menyerahkan kepada pihak kepolisian.
"Tugas Pemprov Jakarta bagaimana memberikan kemudahan bagi siapa pun yang meninggal untuk dibantu dimakamkan di Jakarta atas tanggung jawab Pemerintah Jakarta. Termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung," katanya.
"Sebenarnya gini, problem utamanya adalah kalau semuanya menaati aturan pasti tidak terjadi, ini kan pasti dibangun tanpa aturan," ujar Pramono di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Baca juga: 22 Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Ditemukan dalam Kondisi Utuh
Dia telah meninjau lokasi kebakaran. Gubernur melihat tangga darurat pada bangunan itu tidak sesuai prosedur pembangunan. Hal ini yang menyebabkan puluhan orang terjebak di dalam gedung.
"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget dan itu yang menyebabkan beberapa orang nggak bisa turun ke bawah," ucapnya.
Masalah lain, gedung itu juga tidak dipersiapkan dengan sistem penyelamatan atau rescue bila terjadi kebakaran. Padahal, bangunan tersebut menyimpan alat elektronik yang mudah terbakar.
"Memang ada pemadam, hidran ada, tetapi yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual ataupun menyiapkan baterai litium untuk dronenya, yang jadi problem kan kemarin itu," ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta akan bertanggung jawab menanggung biaya pemakaman puluhan korban jiwa. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Pramono menyerahkan kepada pihak kepolisian.
"Tugas Pemprov Jakarta bagaimana memberikan kemudahan bagi siapa pun yang meninggal untuk dibantu dimakamkan di Jakarta atas tanggung jawab Pemerintah Jakarta. Termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung," katanya.
(jon)
Lihat Juga :