ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
Rabu, 03 Desember 2025 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa manfaat nyata sudah terlihat dalam tiga aspek penting: Pertama, penempatan dan rekrutmen jadi lebih presisi, ini penting ketika 74% tenaga kerja merasa salah posisi. Kedua, penugasan anggota di lapangan bisa lebih tepat sasaran karena selaras dengan potensi dan talenta. Ketiga, atasan lebih mengenal tim, koordinasi pun jadi lebih mudah dan cepat.
Dengan inovasi tersebut, Ary menilai bahwa Jawa Timur layak disebut sebagai Gudang Talenta Termodern di Indonesia karena berbasis teknologi terkini (AI).
“Semoga sukses dan bisa menjadi percontohan bagi lembaga dan daerah lainnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ary menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak hanya terlihat dari jumlah pemetaan talenta, tetapi juga pada kecanggihan teknologi TalentDNA yang digunakan.
“Ada hal istimewa: ini bukan hanya manajemen talenta terbanyak, tetapi juga termodern, tercanggih, dan paling terintegrasi. Mengapa modern? Karena sistem ini dapat bekerja masif dalam hitungan detik dan bersifat real-time,” jelasnya.
Teknologi tersebut memungkinkan proses mutasi, rotasi jabatan, hingga penugasan dilakukan secara transparan, karena seluruh keputusan berbasis data, bukan persepsi.
Dengan inovasi tersebut, Ary menilai bahwa Jawa Timur layak disebut sebagai Gudang Talenta Termodern di Indonesia karena berbasis teknologi terkini (AI).
“Semoga sukses dan bisa menjadi percontohan bagi lembaga dan daerah lainnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ary menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak hanya terlihat dari jumlah pemetaan talenta, tetapi juga pada kecanggihan teknologi TalentDNA yang digunakan.
“Ada hal istimewa: ini bukan hanya manajemen talenta terbanyak, tetapi juga termodern, tercanggih, dan paling terintegrasi. Mengapa modern? Karena sistem ini dapat bekerja masif dalam hitungan detik dan bersifat real-time,” jelasnya.
Teknologi tersebut memungkinkan proses mutasi, rotasi jabatan, hingga penugasan dilakukan secara transparan, karena seluruh keputusan berbasis data, bukan persepsi.
Lihat Juga :