JAFF Market 2025 Jadi Momentum Aktivasi Strategis Kemenekraf
Minggu, 30 November 2025 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
“Di dalam Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, fokus pemerintah adalah meningkatkan lapangan kerja berkualitas salah satunya di industri kreatif. Sektor ini terbukti berkontribusi nyata dalam membuka lapangan kerja berkualitas baru, mendorong ekspor, menarik investasi, serta meningkatkan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” tuturnya.
Pada edisi JAFF Market 2025, Kemenekraf mendukung program Content Market dengan menghadirkan 10 IP karya kreator Indonesia yang telah dikurasi untuk bertemu para pemangku kepentingan industry IP tersebut terdiri dari Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yanti, Journal Of Terror, Meng, Sangkakala Di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep.
Kehadiran ini menjadi langkah penting dalam mendorong adaptasi buku, komik, gim, serta karya orisinal menjadi konten audio visual kompetitif di pasar global. Program JAFF Content Market tahun ini turut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dua IP Indonesia, yakni Tikam Samurai dengan BushiBros serta Locust bersama LMN VFX.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penguatan IP nasional menuju tahap produksi lanjutan. Teuku Riefky menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut sebagai wujud kepercayaan terhadap kualitas kreator Indonesia.
“Penandatanganan MoU ini menunjukkan bahwa IP Indonesia memiliki daya saing dan siap berkembang menjadi karya audiovisual bernilai tinggi. Kami berharap kolaborasi semacam ini terus diperluas agar semakin banyak IP nasional memasuki pasar internasional,” tegas Teuku Riefky.
Selain menghadiri prosesi penandatanganan MoU, Menekraf Riefky juga melakukan kunjungan ke sejumlah booth yang berpartisipasi dalam JAFF Market. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung berbagai inisiatif kreatif yang tengah dikembangkan oleh para pelaku industri.
Salah satu booth yang dikunjungi seperti Wahana Kreator yang menampilkan hasil kegaiatan scene, program kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Wahana Edukasi yang berfokus kepada para penulis untuk dapat memproduksi naskah skenario yang baik dan komersil agar dapat memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menekraf Riefky turut melihat booth Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI). Kemenekraf denqan AINAKI berkolaborasi dalam memperkuat promosi IP animasi Indonesia ke pasar lebih luas. Kolaborasi ini disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain potensial di industri animasi regional.
Dalam rangkaian visit tersebut, Menekraf sempat menyambangi salah satu booth yang menampilkan kamera analog cinema klasik. Menekraf tampak antusias mencoba sejumlah perangkat kamera tempo dulu (Jadul). Ia memperlihatkan ketertarikannya pada sejarah teknologi sinema.
Pada edisi JAFF Market 2025, Kemenekraf mendukung program Content Market dengan menghadirkan 10 IP karya kreator Indonesia yang telah dikurasi untuk bertemu para pemangku kepentingan industry IP tersebut terdiri dari Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yanti, Journal Of Terror, Meng, Sangkakala Di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep.
Kehadiran ini menjadi langkah penting dalam mendorong adaptasi buku, komik, gim, serta karya orisinal menjadi konten audio visual kompetitif di pasar global. Program JAFF Content Market tahun ini turut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dua IP Indonesia, yakni Tikam Samurai dengan BushiBros serta Locust bersama LMN VFX.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penguatan IP nasional menuju tahap produksi lanjutan. Teuku Riefky menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut sebagai wujud kepercayaan terhadap kualitas kreator Indonesia.
“Penandatanganan MoU ini menunjukkan bahwa IP Indonesia memiliki daya saing dan siap berkembang menjadi karya audiovisual bernilai tinggi. Kami berharap kolaborasi semacam ini terus diperluas agar semakin banyak IP nasional memasuki pasar internasional,” tegas Teuku Riefky.
Selain menghadiri prosesi penandatanganan MoU, Menekraf Riefky juga melakukan kunjungan ke sejumlah booth yang berpartisipasi dalam JAFF Market. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung berbagai inisiatif kreatif yang tengah dikembangkan oleh para pelaku industri.
Salah satu booth yang dikunjungi seperti Wahana Kreator yang menampilkan hasil kegaiatan scene, program kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Wahana Edukasi yang berfokus kepada para penulis untuk dapat memproduksi naskah skenario yang baik dan komersil agar dapat memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menekraf Riefky turut melihat booth Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI). Kemenekraf denqan AINAKI berkolaborasi dalam memperkuat promosi IP animasi Indonesia ke pasar lebih luas. Kolaborasi ini disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain potensial di industri animasi regional.
Dalam rangkaian visit tersebut, Menekraf sempat menyambangi salah satu booth yang menampilkan kamera analog cinema klasik. Menekraf tampak antusias mencoba sejumlah perangkat kamera tempo dulu (Jadul). Ia memperlihatkan ketertarikannya pada sejarah teknologi sinema.
Lihat Juga :