Kisah Jenderal Rudini, KSAD Pilihan Soeharto yang Bikin Kecewa Ibu Tien
Senin, 24 November 2025 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
Lulus dari Kursus Lanjutan Perwira di Bandung, dia dipercaya sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 401/Banteng Raiders. Pada 1968, batalyon ini menjadi satuan organik Kostrad.
Rudini juga pernah menjabat Kepala Staf dan Komandan Brigade Infanteri Linud 18/Kostrad, Kepala Staf dan Panglima Komando Tempur Lintas Udara, Kas Kostrad dan Pangdam XIII/Merdeka.
Kariernya makin mencorong dengan dipercaya sebagai orang nomor satu di Pasukan Cakra alias Pangkostrad, jabatan strategis yang pernah dipegang Soeharto. Rekam jejak cemerlang inilah yang membawanya sebagai KSAD.
Selepas dari militer, Rudini menjabat Menteri Dalam Negeri. Setelah itu, dia menjadi ketua Lembaga Pemilihan Umum (kini KPU). Rudini meninggal dunia di Jakarta pada 21 Januari 2006.
Rudini juga pernah menjabat Kepala Staf dan Komandan Brigade Infanteri Linud 18/Kostrad, Kepala Staf dan Panglima Komando Tempur Lintas Udara, Kas Kostrad dan Pangdam XIII/Merdeka.
Kariernya makin mencorong dengan dipercaya sebagai orang nomor satu di Pasukan Cakra alias Pangkostrad, jabatan strategis yang pernah dipegang Soeharto. Rekam jejak cemerlang inilah yang membawanya sebagai KSAD.
Selepas dari militer, Rudini menjabat Menteri Dalam Negeri. Setelah itu, dia menjadi ketua Lembaga Pemilihan Umum (kini KPU). Rudini meninggal dunia di Jakarta pada 21 Januari 2006.
(jon)
Lihat Juga :