Kisah Jenderal Rudini, KSAD Pilihan Soeharto yang Bikin Kecewa Ibu Tien

Senin, 24 November 2025 - 08:46 WIB
loading...
Kisah Jenderal Rudini,...
Tahun 1983 Presiden Soeharto menunjuk Jenderal TNI Rudini untuk menduduki jabatan KSAD. Pilihan Soeharto ini ternyata membikin kecewa Ibu Negara Tien Soeharto. Foto: Dok Sindonews
A A A
TAHUN1983 Presiden Soeharto menunjuk Jenderal TNI Rudini untuk menduduki jabatan KSAD. Pilihan Soeharto ini ternyata membikin kecewa Ibu Negara Tien Soeharto.

Maklum, sebelumnya Ibu Tien sempat berbisik pada Soeharto mengenai calon KSAD pengganti Poniman. Presiden Prabowo Subianto dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto” mengisahkan, rencana pergantian Poniman juga didengar Ibu Tien.

Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi yang Sangat Mencintai Istrinya

Ketika makan malam di Jalan Cendana, Jakarta, Ibu Tien berharap Pangdam Udayana Mayjen TNI Dading Kalbuadi yang bakal menjabat KSAD. “Itu lho Pak, sing apik iku (yang bagus itu) Pangdam Bali Pak Dading. Tinggi, gagah, dan ganteng. Cocok itu, sebaiknya dia yang jadi KSAD, Pak,” tutur Ibu Tien yang ditirukan Prabowo.

Makan malam keluarga itu hanya diikuti tiga orang yakni Pak Harto, Ibu Tien, dan Prabowo. Soeharto hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.

Pada makan malam berikutnya Ibu Tien kembali menanyakan hal sama. Dia kembali berharap Dading Kalbuadi yang dipilih. Sama seperti sebelumnya, Pak Harto hanya tersenyum. “Masih digodok,” ujar Presiden kelahiran Kemusuk, DIY itu.

Beberapa hari kemudian, media massa ramai memberitakan KSAD telah terpilih. Sosok tersebut tak lain Rudini yang ketika itu menjabat Pangkostrad. Dalam sebuah makan malam yang kembali dihadiri Prabowo, Ibu Tien tampak kecewa. “Bapak (Soeharto) itu nggak mau dengar saran Ibu,” kata Ibu Tien kepada Prabowo.

Sebenarnya saat itu ada 3 jenderal senior dengan karier militer cemerlang memiliki peluang besar menggantikan KSAD Jenderal TNI Poniman. Ketiganya yakni Wiyogo Atmodarminto, Soesilo Sudarman, dan Himawan Soesanto. Namun, Rudini yang terpilih. Jenderal kelahiran Malang itu menjabat KSAD periode 1983-1986.

Jenderal Kostrad

Rudini sempat mendaftar sebagai prajurit TNI AU, namun tak diterima karena tinggi badannya tak memenuhi syarat. Pada Agustus 1951, dia mendengar TNI AD membuka pendaftaran untuk pendidikan Akademi Militer Kerajaan di Breda, Belanda.

Rudini akhirnya mewujudkan impian menjadi tentara. Pada masa pendidikan itu, dia sempat masuk korps perhubungan, meski kemudian dipindah ke infanteri.

Ketika kembali ke Tanah Air, berbagai penugasan dijalaninya. Rekam jejak militernya banyak dihabiskan di Korps Baret Hijau Kostrad. Di masa-masa awal kariernya, dia terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan.

Lulus dari Kursus Lanjutan Perwira di Bandung, dia dipercaya sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 401/Banteng Raiders. Pada 1968, batalyon ini menjadi satuan organik Kostrad.

Rudini juga pernah menjabat Kepala Staf dan Komandan Brigade Infanteri Linud 18/Kostrad, Kepala Staf dan Panglima Komando Tempur Lintas Udara, Kas Kostrad dan Pangdam XIII/Merdeka.

Kariernya makin mencorong dengan dipercaya sebagai orang nomor satu di Pasukan Cakra alias Pangkostrad, jabatan strategis yang pernah dipegang Soeharto. Rekam jejak cemerlang inilah yang membawanya sebagai KSAD.

Selepas dari militer, Rudini menjabat Menteri Dalam Negeri. Setelah itu, dia menjadi ketua Lembaga Pemilihan Umum (kini KPU). Rudini meninggal dunia di Jakarta pada 21 Januari 2006.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KSAD Soroti Produksi...
KSAD Soroti Produksi Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko
7 Brigjen TNI Digeser...
7 Brigjen TNI Digeser ke Daerah usai Mutasi Februari 2026, Salah Satunya Wadan Seskoad
Ditangkap Gakkum Kehutanan,...
Ditangkap Gakkum Kehutanan, Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Segera Diadili
Kisah Jenderal LB Moerdani...
Kisah Jenderal LB Moerdani Dapat Pujian dari Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved