Kisah Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman, Lima Dekade Bersama hingga Akhir Hayat
Senin, 17 November 2025 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
“Kehendak Illahi tidak bisa kita tolak,” ucapnya di rumah duka Bambu Apus, Jakarta Timur.
Kisah cinta keduanya bermula ketika Rugaiya masih duduk di bangku SMA, berusia 15 tahun. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan hingga ajang pemilihan ratu. Di situlah takdir mempertemukan mereka Wiranto hadir sebagai juri menggantikan temannya, dan sejak itu percakapan-percakapan kecil tumbuh menjadi hubungan yang lebih dekat.
Baca juga: Menko Polkam, Mantan Kepala BIN, hingga Penasihat Presiden Tiba di Rumah Duka Wiranto
Saat Rugaiya lulus SMA, ia ingin melanjutkan kuliah namun tak memiliki biaya. Ada pihak yang ingin membantu, tetapi ia takut terikat utang budi.
Hingga akhirnya, ia menerima lamaran Wiranto dengan satu permintaan yaitu ia ingin tetap bisa menempuh pendidikan. Wiranto memenuhi janji itu. Ketika suaminya bertugas di Jawa, Rugaiya berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember.
Perjalanan rumah tangga mereka tidak pernah jauh dari kebersamaan. Rugaiya selalu mendampingi Wiranto bertugas sebagai perwira, bahkan hingga menjabat Panglima ABRI.
Ia pernah berkata bahwa sang suami menyebutnya sebagai “pakaian” penjaga, pelindung, dan bagian penting yang memberikan kehormatan. Kalimat itu menggambarkan betapa kuatnya ikatan mereka.
Baca juga: Istri Jenderal Purn Wiranto Meninggal di Bandung, Besok Dimakamkan di Delingan
Awal Benih Cinta Wiranto dengan Rugaiya Usman
Kisah cinta keduanya bermula ketika Rugaiya masih duduk di bangku SMA, berusia 15 tahun. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan hingga ajang pemilihan ratu. Di situlah takdir mempertemukan mereka Wiranto hadir sebagai juri menggantikan temannya, dan sejak itu percakapan-percakapan kecil tumbuh menjadi hubungan yang lebih dekat.
Baca juga: Menko Polkam, Mantan Kepala BIN, hingga Penasihat Presiden Tiba di Rumah Duka Wiranto
Saat Rugaiya lulus SMA, ia ingin melanjutkan kuliah namun tak memiliki biaya. Ada pihak yang ingin membantu, tetapi ia takut terikat utang budi.
Hingga akhirnya, ia menerima lamaran Wiranto dengan satu permintaan yaitu ia ingin tetap bisa menempuh pendidikan. Wiranto memenuhi janji itu. Ketika suaminya bertugas di Jawa, Rugaiya berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember.
Perjalanan rumah tangga mereka tidak pernah jauh dari kebersamaan. Rugaiya selalu mendampingi Wiranto bertugas sebagai perwira, bahkan hingga menjabat Panglima ABRI.
Ia pernah berkata bahwa sang suami menyebutnya sebagai “pakaian” penjaga, pelindung, dan bagian penting yang memberikan kehormatan. Kalimat itu menggambarkan betapa kuatnya ikatan mereka.
Baca juga: Istri Jenderal Purn Wiranto Meninggal di Bandung, Besok Dimakamkan di Delingan
Lihat Juga :