Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Gubernur Jabar Berharap Kebal COVID-19

Senin, 14 September 2020 - 22:56 WIB
loading...
Usai Disuntik Vaksin...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menunjukkan tangannya seusai menjalani penyuntikan kedua calon vaksin COVID-19, Sinovac, Senin (14/9/2020). Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap, imunitasnya bakal meningkat seusai menjalani dua kali penyuntikan calon vaksin COVID-19 asal China, Sinovac.

Senin (14/9/2020), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar itu kembali menjalani penyuntikan kedja atau terakhir dalam kunjungan ketiga atau visi dua (V-2) di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir Kota Bandung.

Setelah dua kali disuntik, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu akan menjalani pemeriksaan dan pengecekan untuk mengetahui pembentukan imunitas tubuhnya pada kunjungan keempat atau V3 dan kelima atau V4. (BACA JUGA: Peringkat 3, UGM Raih 10 Medali di Kompetisi Nasional MIPA 2020)

Selain Kang Emil, penyuntikan juga dijalani Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar lainnya, yakni Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi; Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto; dan Kajati Jabar, Ade Adhyaksa.

"Saya bersama Pak Kapolda, Pak Pangdam, dan Pak Kajati telah mengikuti prosedur penyuntikan ketiga percobaan vaksin COVID-19. Mohon doanya agar dua minggu ke depan ada reaksi yang baik, yaitu meningkatnya imunitas tubuh kami terhadap COVID-19," tutur Kang Emil.

Dalam V2 tersebut, Kang Emil mengungkapkan bahwa penyuntikan keduanya itu berlangsung dengan cepat. Meski begitu, dia tetap harus melewati prosedur pemeriksaan awal hingga cek berat badan dan paru-paru.

"Kemudian masuk ruang vaksin lalu diperiksa sekaligus disuntik oleh dokter. Diameter jarum (suntik) agak besar, jadi lubang (suntikan di lengan) lumayan tidak kecil,” kata Kang Emil.

Usai disuntik, Kang Emil mengatakan, dirinya bersama jajaran Forkopimda lainnya menunggu sekitar 30 menit untuk mengecek kembali reaksi yang diterima oleh tubuh hingga dinilai aman.

"Kalau vaksin (Sinovac) ini berhasil, maka memberikan harapan pandemi COVID-19 dengan segala dinamikanya berbulan-bulan ini bisa berakhir dengan diberikan vaksin yang hadir sekarang," jelasnya.

Rencananya, uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19 ini berlangsung hingga akhir tahun. Jika berhasil, maka vaksin yang akan diproduksi di dalam negeri oleh Bio Farma yang berkantor pusat di Kota Bandung ini dan bisa diberikan kepada masyarakat awal 2021 mendatang.

Untuk diketahui, terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase ketiga vaksin COVID-19, Sinovac. Dari jumlah tersebut, dipilih 1.620 orang yang memenuhi kriteria, salah satunya tidak memiliki penyakit bawaan. (BACA JUGA: Resmi Ditutup, 738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam 270 Pilkada)

Menurut Kang Emil, hingga kini, jumlah relawan uji klinis vaksin COVID-19 yang memenuhi kriteria baru sekitar 400 orang yang sudah disuntik dosis pertama dan sekitar 200 orang sudah menjalani suntik kedua, termasuk dirinya dan Forkopimda Jabar.

Rinciannya, hingga Senin (14/9/2020), total relawan yang sudah disuntik berjumlah 460 orang. Selain itu, sesuai rencana, akan ada penambahan 212 subjek yang akan menjalani penyuntikan jika mereka memenuhi kriteria sebagai relawan.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dharma Pongrekun Temui...
Dharma Pongrekun Temui Pramono Sampaikan Hak Tolak, Terkait Uji Coba Vaksin TBC?
Pemprov Jatim Salurkan...
Pemprov Jatim Salurkan 870.000 Dosis Vaksin PMK ke 38 Kabupaten/Kota
Siswa SD di Minahasa...
Siswa SD di Minahasa Selatan Tewas Usai Disuntik Vaksin di Sekolah
Jabar Pasang Target...
Jabar Pasang Target Suntik Vaksin 3,9 Juta Balita Tangkal Wabah Polio
Dinas Kesehatan KBB...
Dinas Kesehatan KBB Temukan 300 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Jokowi Namai Vaksin...
Jokowi Namai Vaksin Merah Putih Unair Inavac, Khofifah Bangga Indonesia Produksi Sendiri
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved