Instalasi Biogas Komunal Bikin Jaktim Bebas Perilaku BAB Sembarangan
Kamis, 13 November 2025 - 16:57 WIB
loading...
Pemprov DKI Jakarta meresmikan instalasi biogas komunal di tiga kelurahan di Jakarta Timur yakni Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meresmikan instalasi biogas komunal di tiga kelurahan di Jakarta Timur yakni Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina. Program ini menandai capaian baru setelah wilayah tersebut dinyatakan bebas 100 persen dari perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan .
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, capaian itu menunjukkan keberhasilan sistem sanitasi komunal yang terintegrasi dengan pengolahan limbah menjadi energi. Jakarta Timur kini menjadi contoh bagaimana pengelolaan limbah dapat diubah menjadi manfaat ekonomi dan energi bersih untuk masyarakat.
Baca juga: Waduh, 9 Juta Penduduk Jabar Masih BAB Sembarangan
"Jakarta Timur kini sepenuhnya bebas BAB terbuka. Semua sudah memanfaatkan sistem sanitasi yang sehat dan ramah lingkungan. Program seperti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga ekonomi keluarga," ujar Pramono dalam sambutannya saat peresmian Instalasi Septik Komunal dengan Pemanfaatan Biogas di Pekayon, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).
Hasil pengolahan limbah rumah tangga melalui instalasi biogas komunal dapat digunakan warga untuk memasak. Berdasarkan hitungan Pemprov DKI, keluarga dengan satu atau dua anak dapat menghemat hingga Rp1,2 juta per tahun dari penggunaan energi alternatif ini.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan berhasil menekan angka BAB sembarangan menjadi nol persen melalui sistem tangki septik komunal. Limbah dari sistem itu diolah menjadi biogas dan disalurkan ke rumah-rumah warga.
"Dulu, sebagian warga belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Sekarang, semua sudah tertangani. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Keberhasilan ini tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga hasil dari edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa warga merasakan langsung manfaat program tersebut. Selain hemat, penggunaan biogas dinilai lebih bersih dan aman. Salah satu warga RW 01 Rambutan menyebut “Apinya joss, Pak,” saat berdialog dengan Pramono.
Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho menilai capaian Pemprov DKI di Jakarta Timur membawa dampak langsung pada derajat kesehatan warga.
"Ketika perilaku BAB sembarangan bisa ditekan hingga nol persen otomatis risiko penyakit berbasis lingkungan ikut menurun mulai dari diare, infeksi saluran pencernaan, hingga stunting," katanya.
Menurut dia, keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur sanitasi berkelanjutan dapat menjadi fondasi peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemanfaatan biogas dari limbah rumah tangga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menciptakan kota global yang berketahanan iklim. Selain memperbaiki sanitasi, program ini juga memperkuat komitmen Jakarta terhadap pengurangan emisi dan energi terbarukan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, capaian itu menunjukkan keberhasilan sistem sanitasi komunal yang terintegrasi dengan pengolahan limbah menjadi energi. Jakarta Timur kini menjadi contoh bagaimana pengelolaan limbah dapat diubah menjadi manfaat ekonomi dan energi bersih untuk masyarakat.
Baca juga: Waduh, 9 Juta Penduduk Jabar Masih BAB Sembarangan
"Jakarta Timur kini sepenuhnya bebas BAB terbuka. Semua sudah memanfaatkan sistem sanitasi yang sehat dan ramah lingkungan. Program seperti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga ekonomi keluarga," ujar Pramono dalam sambutannya saat peresmian Instalasi Septik Komunal dengan Pemanfaatan Biogas di Pekayon, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).
Hasil pengolahan limbah rumah tangga melalui instalasi biogas komunal dapat digunakan warga untuk memasak. Berdasarkan hitungan Pemprov DKI, keluarga dengan satu atau dua anak dapat menghemat hingga Rp1,2 juta per tahun dari penggunaan energi alternatif ini.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan berhasil menekan angka BAB sembarangan menjadi nol persen melalui sistem tangki septik komunal. Limbah dari sistem itu diolah menjadi biogas dan disalurkan ke rumah-rumah warga.
"Dulu, sebagian warga belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Sekarang, semua sudah tertangani. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Keberhasilan ini tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga hasil dari edukasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa warga merasakan langsung manfaat program tersebut. Selain hemat, penggunaan biogas dinilai lebih bersih dan aman. Salah satu warga RW 01 Rambutan menyebut “Apinya joss, Pak,” saat berdialog dengan Pramono.
Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho menilai capaian Pemprov DKI di Jakarta Timur membawa dampak langsung pada derajat kesehatan warga.
"Ketika perilaku BAB sembarangan bisa ditekan hingga nol persen otomatis risiko penyakit berbasis lingkungan ikut menurun mulai dari diare, infeksi saluran pencernaan, hingga stunting," katanya.
Menurut dia, keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur sanitasi berkelanjutan dapat menjadi fondasi peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemanfaatan biogas dari limbah rumah tangga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam menciptakan kota global yang berketahanan iklim. Selain memperbaiki sanitasi, program ini juga memperkuat komitmen Jakarta terhadap pengurangan emisi dan energi terbarukan.
(jon)
Lihat Juga :