Waduh, 9 Juta Penduduk Jabar Masih BAB Sembarangan
Kamis, 12 November 2020 - 19:53 WIB
loading...
Sekitar 9 juta penduduk Jawa Barat tercatat masih menghadapi persoalan sanitasi atau buang air besar (BAB) sembarangan. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Sekitar 9 juta penduduk Jawa Barat tercatat masih menghadapi persoalan sanitasi atau buang air besar (BAB) sembarangan. Persoalan ini mestinya menjadi perhatian pemerintah daerah agar kesehatan masyarakat lebih terjaga.
Ketua Yayasan Odesa Indonesia Faiz Manshur mengatakan, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 dari website Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, secara nasional masih terdapat 32,24 juta jiwa masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Sementara d i Jawa Barat ada 9 juta penduduk. "Kalau kita hubungkan dengan kemiskinan, masalah kesejahteraan akses air bersih dan perilaku hidup tak sehat paling dominan di dalamnya,” kata Faiz Manshur dalam siaran persnya, Kamis (12/11/2020).
Menurut dia, jumlah warga ini perlu diungkap terus karena sekarang persoalan sanitasi merupakan persoalan Hak Asasi Manusia. Berapapun prosentasenya harus segera diselesaikan arah kerja pembangunan pemerintah harus memenuhi hak akses sanitasi.
Dia mencontohkan, di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang datanya sudah 90 persen warganya tidak BABS, tetapi angka rumah tangga yang Buang Air Besar Sembarangan lebih dari 1.500 keluarga. Jika setiap keluarga jumlahnya empat orang, maka diproduksi kasus BABS mencapai 5 ribu hingga 6 ribu orang.
Ketua Yayasan Odesa Indonesia Faiz Manshur mengatakan, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 dari website Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, secara nasional masih terdapat 32,24 juta jiwa masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Sementara d i Jawa Barat ada 9 juta penduduk. "Kalau kita hubungkan dengan kemiskinan, masalah kesejahteraan akses air bersih dan perilaku hidup tak sehat paling dominan di dalamnya,” kata Faiz Manshur dalam siaran persnya, Kamis (12/11/2020).
Menurut dia, jumlah warga ini perlu diungkap terus karena sekarang persoalan sanitasi merupakan persoalan Hak Asasi Manusia. Berapapun prosentasenya harus segera diselesaikan arah kerja pembangunan pemerintah harus memenuhi hak akses sanitasi.
Dia mencontohkan, di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang datanya sudah 90 persen warganya tidak BABS, tetapi angka rumah tangga yang Buang Air Besar Sembarangan lebih dari 1.500 keluarga. Jika setiap keluarga jumlahnya empat orang, maka diproduksi kasus BABS mencapai 5 ribu hingga 6 ribu orang.
Lihat Juga :