Disdik Kalteng Bersama Kemenkeu Edukasi Keuangan Negara untuk 30.000 Siswa SMA
Rabu, 12 November 2025 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
“Kami ingin adik-adik belajar bagaimana uang negara dikelola dengan benar. Kami juga terbuka untuk siapa pun yang ingin ikut mengajar dan memperkaya proses pembelajaran di sekolah,” imbuhnya.
Baca juga: Kalteng Gencar Tarik Investor, Demi Peningkatan Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalteng Herry Hermawan menjelaskan Kemenkeu Mengajar telah berlangsung sejak 2016 dan kini memasuki tahun ke-10 pelaksanaan. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA agar lebih mengenal pengelolaan keuangan negara.
“Kami ingin anak-anak tahu apa itu APBN, bagaimana uang negara dikelola, dan mengapa penting untuk menghargai setiap rupiah yang digunakan. Karena uang negara adalah tanggung jawab kita bersama, digunakan, diawasi, dan dijaga bersama,” katanya.
Herry menambahkan, pelaksanaan di Kalteng tahun ini menjadi salah satu yang paling besar di Indonesia. “Khusus di Kalteng, kegiatan ini mungkin menjadi rekor nasional. Karena disiarkan langsung ke seluruh SMA dan SMK se-Kalteng, sehingga diikuti sekitar 30 ribu siswa secara serentak. Ini tentu luar biasa,” ujarnya.
Selain edukasi keuangan, Kemenkeu juga memperkenalkan Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai salah satu sekolah kedinasan gratis yang menghasilkan Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional di bidang keuangan.
“Kami berharap lebih banyak siswa Kalteng yang melanjutkan pendidikan ke STAN agar dapat berkontribusi langsung dalam pengelolaan keuangan negara,” tambah Heri.
Kepala SMAN 4 Palangka Raya Sudiro, mengaku bangga menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar tersebut. “Ini sebuah kehormatan bagi kami karena pelaksanaannya melibatkan seluruh sekolah se-Kalteng. Kami sudah menyiapkan sarana pendukung dan menyiapkan siswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Mudah-mudahan ke depan bukan hanya dari Kemenkeu, tapi juga dari instansi lain yang bisa berbagi ilmu di dunia pendidikan,” ujarnya.
Sudiro juga mendorong para siswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi dalam mengejar cita-cita. “Siapa tahu ada anak-anak kita yang kelak bisa masuk STAN. Karena itu, saya tekankan pentingnya menguasai matematika sejak dini,” tambahnya.
Salah satu peserta, Christian Harten dari SMAN 4 Palangka Raya, mengaku banyak mendapatkan wawasan baru. “Kami belajar banyak hal baru tentang keuangan negara, dan penyampaiannya menyenangkan, tidak tegang sama sekali,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Anggelina Christy O.H., yang menilai para pengajar dari Kemenkeu sangat interaktif. “Kakak-kakak pengajarnya seru dan humble banget. Kami belajar APBN, APBD, dan cara mengelola keuangan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat,” tuturnya.
Sementara Jenifer Justin Aprilia, siswa kelas XII, mengaku termotivasi setelah mengenal struktur dan sistem kerja di Kemenkeu. “Saya jadi paham bagaimana sistem di Kemenkeu dan jadi lebih sadar pentingnya menjaga rupiah. Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami,” katanya penuh semangat.
Kolaborasi antara Disdik Kalteng dan Kemenkeu ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana inovasi pendidikan dan teknologi mampu menyatukan ribuan siswa dalam satu ruang belajar besar, membangun literasi keuangan nasional sejak dini, langsung dari ruang kelas di Kalimantan Tengah.
Baca juga: Kalteng Gencar Tarik Investor, Demi Peningkatan Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalteng Herry Hermawan menjelaskan Kemenkeu Mengajar telah berlangsung sejak 2016 dan kini memasuki tahun ke-10 pelaksanaan. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA agar lebih mengenal pengelolaan keuangan negara.
“Kami ingin anak-anak tahu apa itu APBN, bagaimana uang negara dikelola, dan mengapa penting untuk menghargai setiap rupiah yang digunakan. Karena uang negara adalah tanggung jawab kita bersama, digunakan, diawasi, dan dijaga bersama,” katanya.
Herry menambahkan, pelaksanaan di Kalteng tahun ini menjadi salah satu yang paling besar di Indonesia. “Khusus di Kalteng, kegiatan ini mungkin menjadi rekor nasional. Karena disiarkan langsung ke seluruh SMA dan SMK se-Kalteng, sehingga diikuti sekitar 30 ribu siswa secara serentak. Ini tentu luar biasa,” ujarnya.
Selain edukasi keuangan, Kemenkeu juga memperkenalkan Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai salah satu sekolah kedinasan gratis yang menghasilkan Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional di bidang keuangan.
“Kami berharap lebih banyak siswa Kalteng yang melanjutkan pendidikan ke STAN agar dapat berkontribusi langsung dalam pengelolaan keuangan negara,” tambah Heri.
Kepala SMAN 4 Palangka Raya Sudiro, mengaku bangga menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar tersebut. “Ini sebuah kehormatan bagi kami karena pelaksanaannya melibatkan seluruh sekolah se-Kalteng. Kami sudah menyiapkan sarana pendukung dan menyiapkan siswa agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Mudah-mudahan ke depan bukan hanya dari Kemenkeu, tapi juga dari instansi lain yang bisa berbagi ilmu di dunia pendidikan,” ujarnya.
Sudiro juga mendorong para siswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi dalam mengejar cita-cita. “Siapa tahu ada anak-anak kita yang kelak bisa masuk STAN. Karena itu, saya tekankan pentingnya menguasai matematika sejak dini,” tambahnya.
Salah satu peserta, Christian Harten dari SMAN 4 Palangka Raya, mengaku banyak mendapatkan wawasan baru. “Kami belajar banyak hal baru tentang keuangan negara, dan penyampaiannya menyenangkan, tidak tegang sama sekali,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Anggelina Christy O.H., yang menilai para pengajar dari Kemenkeu sangat interaktif. “Kakak-kakak pengajarnya seru dan humble banget. Kami belajar APBN, APBD, dan cara mengelola keuangan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat,” tuturnya.
Sementara Jenifer Justin Aprilia, siswa kelas XII, mengaku termotivasi setelah mengenal struktur dan sistem kerja di Kemenkeu. “Saya jadi paham bagaimana sistem di Kemenkeu dan jadi lebih sadar pentingnya menjaga rupiah. Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami,” katanya penuh semangat.
Kolaborasi antara Disdik Kalteng dan Kemenkeu ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana inovasi pendidikan dan teknologi mampu menyatukan ribuan siswa dalam satu ruang belajar besar, membangun literasi keuangan nasional sejak dini, langsung dari ruang kelas di Kalimantan Tengah.
(cip)
Lihat Juga :