Bom di SMAN 72 Jakarta Ternyata Diledakkan Pelaku Pakai Remote
Selasa, 11 November 2025 - 19:02 WIB
loading...
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto menyebutkan bom yang meledak di masjid SMAN 72 Jakarta diduga dikendalikan pakai remote. Sejumlah barang bukti disita polisi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto menyebutkan bom yang meledak di masjid SMAN 72 Jakarta diduga dikendalikan pakai remote. Dia mengatakan posisi pelaku saat meledakkan bom tersebut tidak berada di dalam masjid.
“Dari beberapa barang bukti kita analisis bahwa power yang digunakan oleh terduga itu dengan menggunakan 4 buah baterai AAAA kemudian initiator-nya adalah electric mass, kemudian explosive-nya mengandung potassium chloride," kata Henik saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik Konten Kekerasan
Dia mengatakan remote yang digunakan pelaku untuk meledakkan bom di masjid tidak ditemukan di dalam masjid. Di lokasi ditemukan sisa material ledakan bom.
"Kemudian switching-nya menggunakan receiveryang dikendalikan dengan remote, namun remotetidak kita temukan di dalam masjid. Casing-nya itu jeriken plastik 1 liter, kemudian strap millpaku," ujar dia.
"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid bahwa dengan material yang ditemukan rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote. Hal tersebut disesuaikan dengan ditemukannya 4 buah baterai transmiter dan bagian receiver yang menggunakan daya 6 volt, jadi antara powerdengan receiver itu ada kesesuaian dayanya 6 volt," sambung dia.
Sementara itu, polisi juga menemukan bom yang ditaro di taman baca dan bank sampah. Di taman baca juga ditemukan remote.
Baca juga: Update Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Siswa Pelaku Tak Terhubung Jaringan Teror
“Kemudian untuk TKP yang kedua, posisi itu ada di bank sampah, dan di Taman Baca. Untuk di Taman Baca, kami mendapatkan barang bukti berupa bom, dengan casing kaleng minuman dilengkapi dengan sumbu bakar, dan di sebelahnya terdapat remote,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dari analisis yang dilakukan oleh polisi, pelaku diduga meledakkan bom menggunakan remote. Meski demikian, pelaku tidak berada di dalam masjid saat meledakkan bom di masjid SMAN 72.
"Jadi pada saat temuan tersebut analisa kami bahwa terduga pelaku meledakkan, posisi yang bersangkutan tidak di dalam masjid, karena remote kami temukan di taman baca," sebutnya.
“Dari beberapa barang bukti kita analisis bahwa power yang digunakan oleh terduga itu dengan menggunakan 4 buah baterai AAAA kemudian initiator-nya adalah electric mass, kemudian explosive-nya mengandung potassium chloride," kata Henik saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik Konten Kekerasan
Dia mengatakan remote yang digunakan pelaku untuk meledakkan bom di masjid tidak ditemukan di dalam masjid. Di lokasi ditemukan sisa material ledakan bom.
"Kemudian switching-nya menggunakan receiveryang dikendalikan dengan remote, namun remotetidak kita temukan di dalam masjid. Casing-nya itu jeriken plastik 1 liter, kemudian strap millpaku," ujar dia.
"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid bahwa dengan material yang ditemukan rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote. Hal tersebut disesuaikan dengan ditemukannya 4 buah baterai transmiter dan bagian receiver yang menggunakan daya 6 volt, jadi antara powerdengan receiver itu ada kesesuaian dayanya 6 volt," sambung dia.
Sementara itu, polisi juga menemukan bom yang ditaro di taman baca dan bank sampah. Di taman baca juga ditemukan remote.
Baca juga: Update Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Siswa Pelaku Tak Terhubung Jaringan Teror
“Kemudian untuk TKP yang kedua, posisi itu ada di bank sampah, dan di Taman Baca. Untuk di Taman Baca, kami mendapatkan barang bukti berupa bom, dengan casing kaleng minuman dilengkapi dengan sumbu bakar, dan di sebelahnya terdapat remote,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dari analisis yang dilakukan oleh polisi, pelaku diduga meledakkan bom menggunakan remote. Meski demikian, pelaku tidak berada di dalam masjid saat meledakkan bom di masjid SMAN 72.
"Jadi pada saat temuan tersebut analisa kami bahwa terduga pelaku meledakkan, posisi yang bersangkutan tidak di dalam masjid, karena remote kami temukan di taman baca," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :