Kriminolog Desak Polda Bali Bongkar Sindikat Penculikan WNA
Jum'at, 07 November 2025 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
“Polda Bali perlu bertindak cepat dan transparan. Ini bukan soal satu kasus, tapi soal keamanan publik. Jangan tunggu ada korban berikutnya,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tegas dan koordinatif akan menunjukkan bahwa Bali tetap aman dan hukum di Indonesia dapat dipercaya. “Fokus kita bukan mencari siapa yang salah dalam sengketa bisnis. Fokus kita adalah mencegah penculikan berikutnya. Karena keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya lima kasus dengan pola serupa tercatat di Bali. Pertama, Canggu (14 Juli 2025): Pasangan WNA Rusia–Kazakhstan diserang dan dipaksa membuka crypto wallet, rugi Rp12 miliar. Baca juga: Polda Metro Koordinasi ke Bareskrim Buru Buron Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Kedua, Jimbaran (9 Juli 2025): Empat pelaku berseragam Imigrasi memeras WNA Rusia senilai Rp2,4 miliar. Ketiga, Mengwi (27 Juni 2025): WNA Ukraina dipukul dan dipaksa mentransfer Rp500 juta. Keempat, Ungasan–Ubud (15 Desember 2024): Dua WNA Ukraina disergap dan kehilangan Rp3,5 miliar.
Kelima, Jimbaran (25 November 2024): WNA Rusia, Gleb Vedovin, diculik dan disiksa, kehilangan aset Rp3,3 miliar. Para pelaku disebut menyamar sebagai aparat penegak hukum, menggunakan seragam, senjata, dan dokumen palsu untuk menipu dan memeras korban.
Menurutnya, langkah tegas dan koordinatif akan menunjukkan bahwa Bali tetap aman dan hukum di Indonesia dapat dipercaya. “Fokus kita bukan mencari siapa yang salah dalam sengketa bisnis. Fokus kita adalah mencegah penculikan berikutnya. Karena keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya lima kasus dengan pola serupa tercatat di Bali. Pertama, Canggu (14 Juli 2025): Pasangan WNA Rusia–Kazakhstan diserang dan dipaksa membuka crypto wallet, rugi Rp12 miliar. Baca juga: Polda Metro Koordinasi ke Bareskrim Buru Buron Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Kedua, Jimbaran (9 Juli 2025): Empat pelaku berseragam Imigrasi memeras WNA Rusia senilai Rp2,4 miliar. Ketiga, Mengwi (27 Juni 2025): WNA Ukraina dipukul dan dipaksa mentransfer Rp500 juta. Keempat, Ungasan–Ubud (15 Desember 2024): Dua WNA Ukraina disergap dan kehilangan Rp3,5 miliar.
Kelima, Jimbaran (25 November 2024): WNA Rusia, Gleb Vedovin, diculik dan disiksa, kehilangan aset Rp3,3 miliar. Para pelaku disebut menyamar sebagai aparat penegak hukum, menggunakan seragam, senjata, dan dokumen palsu untuk menipu dan memeras korban.
(poe)
Lihat Juga :