Kriminolog Desak Polda Bali Bongkar Sindikat Penculikan WNA

Jum'at, 07 November 2025 - 11:37 WIB
loading...
Kriminolog Desak Polda...
Analis Kriminologi Indonesia Edi Junaidi Ds menyoroti maraknya kasus penculikan, penyiksaan, dan pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) di Bali dalam setahun terakhir. Foto/Dok. SindoNews
A A A
DENPASAR - Analis Kriminologi Indonesia Edi Junaidi Ds menyoroti maraknya kasus penculikan , penyiksaan, dan pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) di Bali dalam setahun terakhir. Kasus terbaru menimpa Sergeii Domogatsky atau dikenal Mr Terimakasih, yang menjadi korban kejahatan serupa dengan ancaman pembunuhan.

Edi menilai rangkaian kasus ini merupakan bentuk kejahatan terorganisir, bukan sekadar tindak kriminal biasa. Menurutnya, pola kejahatan yang muncul berulang dan menyasar kelompok korban tertentu, terutama pemilik aset digital , ekspatriat, dan investor asing di Bali.

“Ini bukan insiden acak, tapi kejahatan yang terencana dengan pola yang berulang. Para pelaku memiliki target jelas, memantau korban, dan beroperasi secara sistematis,” ujar Edi, Kamis (6/11/2025). Baca juga: Bule Rusia Jadi Korban Penyekapan dan Pemerasan, Aset Kripto Rp10 Miliar Raib

Edi menambahkan, peristiwa serupa disinyalir telah memakan puluhan korban, bahkan ratusan, namun hanya segelintir orang yang berani melapor ke aparat. "Publik harus tahu bahwa kasus semacam ini sudah bejibun. Sisanya takut karena ancaman dan memilih kabur keluar Indonesia," tambahnya.

Dalam penelusurannya, lanjut Edi, diduga laporan para korban mandeg di tengah jalan meski viral di media sosial. "Itu pun sudah melapor, kasusnya diam di tempat setelah ramai di sosmed," sambungnya.

Ia menegaskan, kejahatan semacam ini dapat merusak citra Bali dan menurunkan kepercayaan publik serta investor jika tidak segera ditangani. “Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa sangat serius, maka investor takut masuk, wisatawan merasa tidak aman, dan reputasi Bali sebagai destinasi dunia bisa tercoreng,” ujarnya.

Karena itu, Edi mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut serta memperketat patroli keamanan di kawasan wisata. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan komisi khusus penanganan kejahatan internasional di Pulau Dewata.

“Polda Bali perlu bertindak cepat dan transparan. Ini bukan soal satu kasus, tapi soal keamanan publik. Jangan tunggu ada korban berikutnya,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tegas dan koordinatif akan menunjukkan bahwa Bali tetap aman dan hukum di Indonesia dapat dipercaya. “Fokus kita bukan mencari siapa yang salah dalam sengketa bisnis. Fokus kita adalah mencegah penculikan berikutnya. Karena keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya lima kasus dengan pola serupa tercatat di Bali. Pertama, Canggu (14 Juli 2025): Pasangan WNA Rusia–Kazakhstan diserang dan dipaksa membuka crypto wallet, rugi Rp12 miliar. Baca juga: Polda Metro Koordinasi ke Bareskrim Buru Buron Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Kedua, Jimbaran (9 Juli 2025): Empat pelaku berseragam Imigrasi memeras WNA Rusia senilai Rp2,4 miliar. Ketiga, Mengwi (27 Juni 2025): WNA Ukraina dipukul dan dipaksa mentransfer Rp500 juta. Keempat, Ungasan–Ubud (15 Desember 2024): Dua WNA Ukraina disergap dan kehilangan Rp3,5 miliar.

Kelima, Jimbaran (25 November 2024): WNA Rusia, Gleb Vedovin, diculik dan disiksa, kehilangan aset Rp3,3 miliar. Para pelaku disebut menyamar sebagai aparat penegak hukum, menggunakan seragam, senjata, dan dokumen palsu untuk menipu dan memeras korban.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Kasus Pembunuhan Kacab...
Kasus Pembunuhan Kacab Bank, Oditur Militer Besok Bacakan Surat Tuntutan
Erupsi Gunung Dukono,...
Erupsi Gunung Dukono, BNPB Sebut 2 WNA Masih dalam Pencarian
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved