Kisah Jenderal Kopassus Moeng Parhadimulyo, Spartan Perintis Seragam Loreng Darah Mengalir Khas Baret Merah
Jum'at, 07 November 2025 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Tapi tidak hanya itu, yang membuat terkesan banyak orang yakni Moeng juga melarang istri dan anak menggunakan kendaraan dinas. Suatu tindakan yang tak banyak dimiliki orang lain.
"(Karena dilarang naik mobil dinas) sehingga anaknya harus jalan kaki ke sekolah, sementara istrinya naik becak kalau hendak belanja,” tutur Prabowo dalam buku biografinya berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto'.
Prabowo mengaku sesungguhnya dia tidak terlalu dekat mengenal Moeng. Namun siapa pun prajurit Baret Merah akan tahu sosoknya karena memang sangat terkenal pada kurun tahun 60-an hingga 80-an.
Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan, Moeng selalu memulai lebih dahulu dalam setiap pelatihan, entah itu panjat dan turun tebing, terjun, menembak, lari maupun lempar pisau. Dia pernah memimpin lari seluruh pasukan yang terdiri atas 1 resimen dan 2 batalyon dari Cijantung ke Cililitan pulang-pergi.
Menurut Prabowo, saat berlari Moeng selalu membawa senjata dan membuka baju seperti anak buahnya. "Beliau sangat terkenal sebagai perwira spartan. Perwira yang tangguh dan kuat fisiknya," sebut Prabowo.
Meninggal : Jakarta, 28 Desember 2012
Karier:
- Komandan Kompi IV Batalyon Nasuhi, Brigade Samsu, Divisi Siliwangi (1949)
- Danyonif Linud 305/Tengkorak (1949-1953)
- Komandan RPKAD (1958-1964)
- Pangdam IX/Mulawarman (1964-1970)
"(Karena dilarang naik mobil dinas) sehingga anaknya harus jalan kaki ke sekolah, sementara istrinya naik becak kalau hendak belanja,” tutur Prabowo dalam buku biografinya berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto'.
Prabowo mengaku sesungguhnya dia tidak terlalu dekat mengenal Moeng. Namun siapa pun prajurit Baret Merah akan tahu sosoknya karena memang sangat terkenal pada kurun tahun 60-an hingga 80-an.
Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan, Moeng selalu memulai lebih dahulu dalam setiap pelatihan, entah itu panjat dan turun tebing, terjun, menembak, lari maupun lempar pisau. Dia pernah memimpin lari seluruh pasukan yang terdiri atas 1 resimen dan 2 batalyon dari Cijantung ke Cililitan pulang-pergi.
Menurut Prabowo, saat berlari Moeng selalu membawa senjata dan membuka baju seperti anak buahnya. "Beliau sangat terkenal sebagai perwira spartan. Perwira yang tangguh dan kuat fisiknya," sebut Prabowo.
Profil Moeng Parhadimulyo
Lahir : Yogyakarta, 11 Januari 1925Meninggal : Jakarta, 28 Desember 2012
Karier:
- Komandan Kompi IV Batalyon Nasuhi, Brigade Samsu, Divisi Siliwangi (1949)
- Danyonif Linud 305/Tengkorak (1949-1953)
- Komandan RPKAD (1958-1964)
- Pangdam IX/Mulawarman (1964-1970)
(shf)
Lihat Juga :