PLBN Skouw, Gerbang Perbatasan yang Jadi Magnet Wisata Baru di Ujung Timur Indonesia
Rabu, 05 November 2025 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kehadiran PLBN sebagai destinasi wisata tidak hanya memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap wilayah perbatasan. "PLBN Skouw terbuka untuk masyarakat umum tanpa dikenakan biaya masuk. Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang edukatif dan inspiratif, tempat masyarakat bisa belajar tentang pentingnya menjaga perbatasan sekaligus mencintai Tanah Air," ujarnya.
Meski terbuka untuk umum, pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku karena sebagian area di dalam kompleks PLBN merupakan zona terbatas yang digunakan untuk kegiatan operasional lintas negara dan pengawasan CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security).
Selain sebagai destinasi wisata, PLBN Skouw juga menjadi pusat interaksi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lintas batas. Setiap hari pasar, pengunjung dapat menyaksikan suasana unik di Pasar Perbatasan Skouw, di mana kedua warga negara Indonesia dan Papua Nugini bertemu, bertransaksi, dan menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin turun-temurun.
Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai produk khas Papua, mulai dari hasil kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga suvenir lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Kawasan Taman Garuda dan Neutral Zone juga menjadi favorit para pengunjung. Lokasi ini sering menjadi latar foto wisatawan yang ingin mengabadikan momen di titik paling timur Indonesia, di mana dua budaya bertemu dalam suasana damai.
"Berkunjung ke PLBN Skouw memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Hanya dengan berjalan beberapa meter, kita bisa melihat langsung perbedaan dua negara dalam satu pandangan," kata Muammar Asrawi, Kasubbid Pengembangan Kawasan Perbatasan PLBN Skouw.
Meski terbuka untuk umum, pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi ketentuan yang berlaku karena sebagian area di dalam kompleks PLBN merupakan zona terbatas yang digunakan untuk kegiatan operasional lintas negara dan pengawasan CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security).
Selain sebagai destinasi wisata, PLBN Skouw juga menjadi pusat interaksi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lintas batas. Setiap hari pasar, pengunjung dapat menyaksikan suasana unik di Pasar Perbatasan Skouw, di mana kedua warga negara Indonesia dan Papua Nugini bertemu, bertransaksi, dan menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin turun-temurun.
Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai produk khas Papua, mulai dari hasil kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga suvenir lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Kawasan Taman Garuda dan Neutral Zone juga menjadi favorit para pengunjung. Lokasi ini sering menjadi latar foto wisatawan yang ingin mengabadikan momen di titik paling timur Indonesia, di mana dua budaya bertemu dalam suasana damai.
"Berkunjung ke PLBN Skouw memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Hanya dengan berjalan beberapa meter, kita bisa melihat langsung perbedaan dua negara dalam satu pandangan," kata Muammar Asrawi, Kasubbid Pengembangan Kawasan Perbatasan PLBN Skouw.
Lihat Juga :