Profil Sunuhun Raja Paku Buwono XIII Hangabehi, Raja Keraton Solo yang Hari Ini Mangkat
Minggu, 02 November 2025 - 10:24 WIB
loading...
Raja Keraton Solo atau Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sunuhun Raja Paku Buwono XIII (PB) XIII Hangabehi wafat atau mangkat, Minggu (2/1/2025) pagi. Foto/Ist
A
A
A
SOLO - RAJA Keraton Solo atau Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sunuhun Raja Paku Buwono XIII (PB) XIII Hangabehi wafat atau mangkat pada Minggu (2/1/2025) pagi. PB XIII meninggal di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah karena sakit.
Paku Buwono XIII lahir pada 28 Juni 1948. Dia merupakan putra tertua dari Susuhunan Pakubuwana XII dengan garwa ampil bernama KRAy Pradapaningrum.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
Sebelum naik tahta menjadi Raka Keraton Solo, Paku Buwono XIII memiliki nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi kemudian namanya diubah menjadi GRM Surya Partono karena sering sakit-sakitan.
PB XIII yang memiliki hobi bermusik saat muda, dikutip dari Wikipedia, pernah menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta, dan pernah bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau.
Pada tahun 1979 paugeran atau pranata adat Keraton Solo menetapkan GRM Suryo Partono yang merupakan putra laki-laki tertua berhak menyandang gelar dan nama Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi. Dia menjadi pangeran tertua yang kala itu disiapkan menjadi peneru tahta Keraton Solo. Hingga kemudian naik tahta pada 10 September 2004 yang sebelumnya diwarnai dengan konflik internal keluarga Keraton Solo.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
https://daerah.sindonews.com/read/1639375/174/breaking-news-raja-keraton-solo-paku-buwono-xiii-wafat-1762049471
Baca juga: Suasana Duka di Keraton Solo usai Raja Paku Buwono XIII Mangkat
Konflik terjadi usai PB XII pada 11 Juni 2004, di mana tidak terjadi kesepakatan di antara putra-putri Pakubuwana XII tentang siapa yang berhak naik jadi raja. Hingga akhirnya pada 31 Agustus 2004, sejumlah putra-putri Pakubuwana XII menobatkan KGPH Tejowulan sebagai raja.
Padahal, Forum Komunikasi Putra-Putri (FKPP) Pakubuwana XII yang berlangsung 10 Juli 2004 telah KGPH Hangabehi yang memiliki hak sebagai raja. Hingga akhirnya KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Raja Keraton Solo pada pada 10 September 2004. Dia bertahta hingga wafat pada hari ini, Minggu (2/11/2025).
PB XIII dan KGPH Tejowulan akhirnya sepakat rekonsiliasi damai pada 24 Mei 2012 di Balai Kota Solo atas prakarsa Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi). Disepakti KGPH Tejowulan melepas gelar Pakubuwana XIII dan mendapat gelar Kangjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung. Sedangkan KGPH Hangabehi tetap menjadi Raja Keraton Solo.
Raja Solo PB XIII merupakan salah satu figur pelindung kebudayaan Jawa. Di antaranya bersama Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana (HB) X menghadiri kirab dan sarasehan kebudayaan hari jadi Kabupaten Batang. Juga pameran keris dan tosan aji serta menggelar pergelaran wayang kulit.
PB XIII juga sering memimpin langsung pelaksanaan upacara-upacara adat dan menghadiri peresmian perkumpulan abdi dalem di berbagai daerah.
Pada upacara Tingalan Dalem Jumenengan pada 27 Februari 2022, PB XIII mengangkat KGPH Purubaya, putra laki-lakinya yang lahir dari permaisuri sebagai putra mahkota Keraton Solo. KGPH Purubaya mendapat gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.
Paku Buwono XIII lahir pada 28 Juni 1948. Dia merupakan putra tertua dari Susuhunan Pakubuwana XII dengan garwa ampil bernama KRAy Pradapaningrum.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
Sebelum naik tahta menjadi Raka Keraton Solo, Paku Buwono XIII memiliki nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi kemudian namanya diubah menjadi GRM Surya Partono karena sering sakit-sakitan.
PB XIII yang memiliki hobi bermusik saat muda, dikutip dari Wikipedia, pernah menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta, dan pernah bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau.
Pada tahun 1979 paugeran atau pranata adat Keraton Solo menetapkan GRM Suryo Partono yang merupakan putra laki-laki tertua berhak menyandang gelar dan nama Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi. Dia menjadi pangeran tertua yang kala itu disiapkan menjadi peneru tahta Keraton Solo. Hingga kemudian naik tahta pada 10 September 2004 yang sebelumnya diwarnai dengan konflik internal keluarga Keraton Solo.
Baca juga: Breaking News! Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Wafat
https://daerah.sindonews.com/read/1639375/174/breaking-news-raja-keraton-solo-paku-buwono-xiii-wafat-1762049471
Baca juga: Suasana Duka di Keraton Solo usai Raja Paku Buwono XIII Mangkat
Konflik terjadi usai PB XII pada 11 Juni 2004, di mana tidak terjadi kesepakatan di antara putra-putri Pakubuwana XII tentang siapa yang berhak naik jadi raja. Hingga akhirnya pada 31 Agustus 2004, sejumlah putra-putri Pakubuwana XII menobatkan KGPH Tejowulan sebagai raja.
Padahal, Forum Komunikasi Putra-Putri (FKPP) Pakubuwana XII yang berlangsung 10 Juli 2004 telah KGPH Hangabehi yang memiliki hak sebagai raja. Hingga akhirnya KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Raja Keraton Solo pada pada 10 September 2004. Dia bertahta hingga wafat pada hari ini, Minggu (2/11/2025).
PB XIII dan KGPH Tejowulan akhirnya sepakat rekonsiliasi damai pada 24 Mei 2012 di Balai Kota Solo atas prakarsa Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi). Disepakti KGPH Tejowulan melepas gelar Pakubuwana XIII dan mendapat gelar Kangjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung. Sedangkan KGPH Hangabehi tetap menjadi Raja Keraton Solo.
Raja Solo PB XIII merupakan salah satu figur pelindung kebudayaan Jawa. Di antaranya bersama Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana (HB) X menghadiri kirab dan sarasehan kebudayaan hari jadi Kabupaten Batang. Juga pameran keris dan tosan aji serta menggelar pergelaran wayang kulit.
PB XIII juga sering memimpin langsung pelaksanaan upacara-upacara adat dan menghadiri peresmian perkumpulan abdi dalem di berbagai daerah.
Pada upacara Tingalan Dalem Jumenengan pada 27 Februari 2022, PB XIII mengangkat KGPH Purubaya, putra laki-lakinya yang lahir dari permaisuri sebagai putra mahkota Keraton Solo. KGPH Purubaya mendapat gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.
(shf)
Lihat Juga :