Ponorogo dan Malang Masuk Kota Kreatif Dunia, Bukti Nyata Potensi Ekraf Indonesia
Sabtu, 01 November 2025 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Pendekatan kolaboratif hexahelix ini menjadi fondasi kuat dalam membangun jejaring kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Ekraf juga berperan aktif dalam seluruh tahapan seleksi mulai dari pembentukan Panitia Seleksi Nasional, penyusunan kriteria penilaian, sosialisasi ke pemerintah daerah, hingga pendampingan teknis dalam simulasi penyusunan dossier UCCN.
Proses seleksi yang ketat dan terstruktur ini memastikan bahwa kota-kota yang diusulkan benar-benar menempatkan kreativitas sebagai inti pembangunan. Penetapan dua daerah tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, yang menetapkan 58 kota baru dari berbagai negara sebagai anggota jaringan kreatif global tersebut.
"Kota-Kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi penggerak nyata bagi pembangunan. Dengan menyambut 58 kota baru, kami memperkuat sebuah Jaringan di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan mempromosikan kohesi sosial," ujar Audrey dilansir dari laman Unesco.
Penetapan ini menegaskan komitmen Ponorogo dan Malang dalam menjadikan kreativitas sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang di mulai dari daerah. Kabupaten Ponorogo terpilih sebagai Creative City of Craft and Folk Art, sementara Kota Malang ditetapkan sebagai City of Media Arts.
Keduanya kini menjadi bagian dari 408 kota kreatif di lebih dari 100 negara yang tergabung dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network, sebuah ekosistem global yang berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas budaya.
Teuku Riefky menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung daerah-daerah kreatif untuk mengembangkan potensi unggulannya. Ia juga menambahkan bahwa capaian ini selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan nasional.
Proses seleksi yang ketat dan terstruktur ini memastikan bahwa kota-kota yang diusulkan benar-benar menempatkan kreativitas sebagai inti pembangunan. Penetapan dua daerah tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, yang menetapkan 58 kota baru dari berbagai negara sebagai anggota jaringan kreatif global tersebut.
"Kota-Kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi penggerak nyata bagi pembangunan. Dengan menyambut 58 kota baru, kami memperkuat sebuah Jaringan di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan mempromosikan kohesi sosial," ujar Audrey dilansir dari laman Unesco.
Penetapan ini menegaskan komitmen Ponorogo dan Malang dalam menjadikan kreativitas sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang di mulai dari daerah. Kabupaten Ponorogo terpilih sebagai Creative City of Craft and Folk Art, sementara Kota Malang ditetapkan sebagai City of Media Arts.
Keduanya kini menjadi bagian dari 408 kota kreatif di lebih dari 100 negara yang tergabung dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network, sebuah ekosistem global yang berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas budaya.
Teuku Riefky menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung daerah-daerah kreatif untuk mengembangkan potensi unggulannya. Ia juga menambahkan bahwa capaian ini selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan nasional.
Lihat Juga :