Ponorogo dan Malang Masuk Kota Kreatif Dunia, Bukti Nyata Potensi Ekraf Indonesia
Sabtu, 01 November 2025 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
“Kami melihat kreativitas lokal sebagai energi baru pembangunan. Dari seni rakyat Ponorogo hingga inovasi digital Malang, semuanya merepresentasikan semangat The New Engine of Growth, pertumbuhan yang berangkat dari kreativitas dan keberagaman budaya di mulai dari daerah,” katanya.
UNESCO sendiri menyoroti kontribusi kota-kota kreatif dalam membangun kehidupan perkotaan yang berpusat pada manusia dan budaya. Sejak diluncurkan pada 2004, UCCN telah mendorong inovasi sosial melalui tujuh bidang utama: Crafts and Folk Art, Design, Film, Gastronomy, Literature, Media Arts, dan Music.
Tahun ini, UNESCO untuk pertama kalinya memperkenalkan kategori baru, yaitu Creative Cities of Architecture, sebagai bentuk perluasan ruang ekspresi kreatif global. Dengan bergabungnya Ponorogo dan Malang ke dalam jaringan UCCN, Indonesia kini semakin diakui sebagai negara dengan ekosistem kreatif yang dinamis dan berdaya saing.
Melalui program ini, Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kota kreatif dunia, serta menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang di mulai dari daerah.
Berikut kota-kota yang bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada 2025 adalah:
- Aberystwyth, Literature
- Abuja, Literature
- Al-Madinah Al-Munawwarah, Gastronomy
- Andenne, Crafts and Folk Art
- Bistrita, Architecture
- Bobo-Dioulasso, Crafts and Folk Art
- Celje, Literature
- Cheongju City, Crafts and Folk Art
- Conakry, Literature
- Cuenca, Gastronomy
- Daugavpils, Design
- Dumaguete City, Literature
- Echizen City, Crafts and Folk Art
- Evian, Music
- Faenza, Crafts and Folk Art
- Gdańsk, Literature
- Giza, Film
- Hebron, Crafts and Folk Art
- Ho Chi Minh City, Film
- Höhr-Grenzhausen, Crafts and Folk Art
- Kahramanmaraş, Literature
- Kashan, Architecture
- Kelowna, Gastronomy
- Kisumu, Music
- Korhogo, Music
- Kuala Lumpur, Design
- Kyiv, Music
- La Spezia, Design
- Lalitpur, Music
- Liège, Music
- Lubango, Crafts and Folk Art
- Lucknow, Gastronomy
- Lund, Literature
- Lusail, Architecture
- Malang, Media Arts
- Manizales, Gastronomy
- Masaya, Crafts and Folk Art
- Matosinhos, Gastronomy
- Nan, Crafts and Folk Art
- New Orleans, Music
- Nikšić, Music
- Ponorogo, Crafts and Folk Art
- Quanzhou, Gastronomy
- Quezon City, Film
- Quito, Architecture
- Riyadh, Design
- Rovaniemi, Architecture
- Safi, Crafts and Folk Art
- San Javier de Loncomilla, Gastronomy
- San Luis Potosí, Literature
- São Paulo, Film
- Sarchí, Crafts and Folk Art
- Sifnos, Crafts and Folk Art
- Songkhla, Gastronomy
- Tangier, Literature
- Varna, Media Arts
- Wuxi, Music
- Zaragoza, Gastronomy.
UNESCO sendiri menyoroti kontribusi kota-kota kreatif dalam membangun kehidupan perkotaan yang berpusat pada manusia dan budaya. Sejak diluncurkan pada 2004, UCCN telah mendorong inovasi sosial melalui tujuh bidang utama: Crafts and Folk Art, Design, Film, Gastronomy, Literature, Media Arts, dan Music.
Tahun ini, UNESCO untuk pertama kalinya memperkenalkan kategori baru, yaitu Creative Cities of Architecture, sebagai bentuk perluasan ruang ekspresi kreatif global. Dengan bergabungnya Ponorogo dan Malang ke dalam jaringan UCCN, Indonesia kini semakin diakui sebagai negara dengan ekosistem kreatif yang dinamis dan berdaya saing.
Melalui program ini, Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kota kreatif dunia, serta menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang di mulai dari daerah.
Berikut kota-kota yang bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO pada 2025 adalah:
- Aberystwyth, Literature
- Abuja, Literature
- Al-Madinah Al-Munawwarah, Gastronomy
- Andenne, Crafts and Folk Art
- Bistrita, Architecture
- Bobo-Dioulasso, Crafts and Folk Art
- Celje, Literature
- Cheongju City, Crafts and Folk Art
- Conakry, Literature
- Cuenca, Gastronomy
- Daugavpils, Design
- Dumaguete City, Literature
- Echizen City, Crafts and Folk Art
- Evian, Music
- Faenza, Crafts and Folk Art
- Gdańsk, Literature
- Giza, Film
- Hebron, Crafts and Folk Art
- Ho Chi Minh City, Film
- Höhr-Grenzhausen, Crafts and Folk Art
- Kahramanmaraş, Literature
- Kashan, Architecture
- Kelowna, Gastronomy
- Kisumu, Music
- Korhogo, Music
- Kuala Lumpur, Design
- Kyiv, Music
- La Spezia, Design
- Lalitpur, Music
- Liège, Music
- Lubango, Crafts and Folk Art
- Lucknow, Gastronomy
- Lund, Literature
- Lusail, Architecture
- Malang, Media Arts
- Manizales, Gastronomy
- Masaya, Crafts and Folk Art
- Matosinhos, Gastronomy
- Nan, Crafts and Folk Art
- New Orleans, Music
- Nikšić, Music
- Ponorogo, Crafts and Folk Art
- Quanzhou, Gastronomy
- Quezon City, Film
- Quito, Architecture
- Riyadh, Design
- Rovaniemi, Architecture
- Safi, Crafts and Folk Art
- San Javier de Loncomilla, Gastronomy
- San Luis Potosí, Literature
- São Paulo, Film
- Sarchí, Crafts and Folk Art
- Sifnos, Crafts and Folk Art
- Songkhla, Gastronomy
- Tangier, Literature
- Varna, Media Arts
- Wuxi, Music
- Zaragoza, Gastronomy.
(rca)
Lihat Juga :