Semangat Pluralisme, SMA Pangudi Luhur Rayakan 60 Tahun di Terowongan Silaturahmi
Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur (IKA PL) Ingatkan Warga Jakarta Pentingnya Jaga Kesehatan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama Suparman mengatakan perbedaan antara bangsa Indonesia bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menjalin kasih sayang.
“Kita tidak perlu mempertentangkan perbedaan, karena semua agama mengajarkan kasih. Islam mengenal Ar-Rahman Ar-Rahim, Kristen mengajarkan kasih sesama manusia, demikian pula agama lainnya. Perbedaan itu nyata, tetapi bukan untuk dipertentangkan,” katanya Rabu (22/10/2025).
Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur (IKPL), Ichsan Perwira Kurniagung, menekankan makna Lustrum XII bukan sekadar perayaan usia sekolah, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan. “Toleransi bukan slogan, tetapi komitmen. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan untuk saling merangkul,” ujarnya.
Kehadiran keluarga arsitek Masjid Istiqlal, Silaban, turut menjadi simbol persaudaraan yang telah terjalin sejak masa pembangunan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.
Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan humanis yang selalu dijunjung tinggi oleh lembaga Pangudi Luhur.
“Anak-anak Pangudi Luhur belajar untuk hidup bersaudara lintas budaya dan agama, sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama Suparman mengatakan perbedaan antara bangsa Indonesia bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menjalin kasih sayang.
“Kita tidak perlu mempertentangkan perbedaan, karena semua agama mengajarkan kasih. Islam mengenal Ar-Rahman Ar-Rahim, Kristen mengajarkan kasih sesama manusia, demikian pula agama lainnya. Perbedaan itu nyata, tetapi bukan untuk dipertentangkan,” katanya Rabu (22/10/2025).
Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur (IKPL), Ichsan Perwira Kurniagung, menekankan makna Lustrum XII bukan sekadar perayaan usia sekolah, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan. “Toleransi bukan slogan, tetapi komitmen. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan untuk saling merangkul,” ujarnya.
Kehadiran keluarga arsitek Masjid Istiqlal, Silaban, turut menjadi simbol persaudaraan yang telah terjalin sejak masa pembangunan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.
Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan humanis yang selalu dijunjung tinggi oleh lembaga Pangudi Luhur.
“Anak-anak Pangudi Luhur belajar untuk hidup bersaudara lintas budaya dan agama, sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Lihat Juga :