Laskar Hizbullah Kiai dan Santri Jadi Pasukan Cadangan di Pertempuran Surabaya 10 November
Rabu, 22 Oktober 2025 - 06:24 WIB
loading...
A
A
A
Para pasukan Hizbullah dari berbagai daerah di Malang Raya dan sekitarnya kemudian berkumpul di Masjid Sabilillah Blimbing, sebelum berangkat ke Surabaya. Alasannya kawasan Blimbing dinilai strategis sebagai titik temu dari beberapa pondok pesantren.
"Karena pertigaan Blimbing itu sangat strategis, arah Tumpang, Pakis lewat situ arah Batu lewat situ, sehingga di Sabilillah itu tempat berkumpulnya tentara Laskar Hizbullah menuju Surabaya sehingga dinamakan masjidnya Masjid Sabilillah," ujarnya.
Dari situ sekitar 168 orang pasukan yang berkumpul di Masjid Sabilillah Malang. Namun pada perjalanan berangkat ke Surabaya pasukan Laskar Hizbullah ini berkembang menjadi banyak orang karena melintasi beberapa pondok pesantren mulai dari Malang, Pasuruan, hingga Sidoarjo.
"Akhirnya lama-lama menjadi membesar dan besarnya bisa sampai 500-1.000 orang, itu berjalan terus akhirnya berkumpullah titik kumpulnya di Surabaya. Pemberhentian pertama di sebuah pabrik gula di Sidoarjo," ucapnya.
"Karena pertigaan Blimbing itu sangat strategis, arah Tumpang, Pakis lewat situ arah Batu lewat situ, sehingga di Sabilillah itu tempat berkumpulnya tentara Laskar Hizbullah menuju Surabaya sehingga dinamakan masjidnya Masjid Sabilillah," ujarnya.
Dari situ sekitar 168 orang pasukan yang berkumpul di Masjid Sabilillah Malang. Namun pada perjalanan berangkat ke Surabaya pasukan Laskar Hizbullah ini berkembang menjadi banyak orang karena melintasi beberapa pondok pesantren mulai dari Malang, Pasuruan, hingga Sidoarjo.
"Akhirnya lama-lama menjadi membesar dan besarnya bisa sampai 500-1.000 orang, itu berjalan terus akhirnya berkumpullah titik kumpulnya di Surabaya. Pemberhentian pertama di sebuah pabrik gula di Sidoarjo," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :