Hadiri Wayang Semalam Suntuk di Pacitan, Ibas: Merawat Budaya, Menguatkan Persatuan
Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
“Saya melihat perubahan nyata. Jalan yang dulu sempit dan gelap kini sudah mulai halus dan melebar. Ini tandanya pemerintah hadir berkelanjutan dan peduli pembangunan. Tapi pembangunan tidak bisa selesai dalam semalam suntuk seperti halnya wayang malam ini, pembangunan memerlukan waktu, konsistensi, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Ibas mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan. “Mari kita rawat apa yang telah kita miliki. Infrastruktur, tempat wisata, dan warisan budaya yang ada di Pacitan adalah kebanggaan kita semua,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Ibas menyoroti potensi wisata dan ekonomi Pacitan yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Pacitan adalah anugerah Tuhan. Kita punya laut, goa, gunung, dan pantai yang luar biasa indah. Semua ini bisa menjadi sumber kesejahteraan jika kita kelola dengan baik. Yang penting kita tetap menjaga kebersihan, keasrian, dan nilai budaya lokal yang menjadi identitas kita,” katanya.
Menutup sambutannya, Ibas berpesan agar masyarakat Pacitan tetap kompak, bersatu, dan bersyukur dalam menjalani kehidupan. “Seperti para Pandawa dalam lakon Amarta Binangun malam ini, setiap kita punya peran berbeda tapi tujuan kita satu, membangun desa, memajukan kabupaten, dan menyejahterakan bangsa. Mari terus semangat, sehat, dan bersyukur atas nikmat Tuhan yang luar biasa ini,” tutur Ibas.
Ibas mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan. “Mari kita rawat apa yang telah kita miliki. Infrastruktur, tempat wisata, dan warisan budaya yang ada di Pacitan adalah kebanggaan kita semua,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Ibas menyoroti potensi wisata dan ekonomi Pacitan yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Pacitan adalah anugerah Tuhan. Kita punya laut, goa, gunung, dan pantai yang luar biasa indah. Semua ini bisa menjadi sumber kesejahteraan jika kita kelola dengan baik. Yang penting kita tetap menjaga kebersihan, keasrian, dan nilai budaya lokal yang menjadi identitas kita,” katanya.
Menutup sambutannya, Ibas berpesan agar masyarakat Pacitan tetap kompak, bersatu, dan bersyukur dalam menjalani kehidupan. “Seperti para Pandawa dalam lakon Amarta Binangun malam ini, setiap kita punya peran berbeda tapi tujuan kita satu, membangun desa, memajukan kabupaten, dan menyejahterakan bangsa. Mari terus semangat, sehat, dan bersyukur atas nikmat Tuhan yang luar biasa ini,” tutur Ibas.
(jon)
Lihat Juga :