Ancaman Rob dan Penurunan Tanah, LPBI NU Jakarta Dorong Kolaborasi Pentahelix
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A

LPBI NU DKI Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk “Ancaman Air Tanah, Rob, dan Masa Depan Jakarta: Tanggung Jawab Siapa? #Membaca Akar Masalah, Menentukan Arah Solusi” di Aula PWNU DKI Jakarta, Rabu (15/10/2025). Foto: Ist
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan memaparkan sumber-sumber utama banjir di Jakarta dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangannya. Banjir di Jakarta terjadi karena kombinasi banjir kiriman, banjir rob, dan banjir lokal, yang memerlukan pendekatan terpadu agar mitigasinya efektif.
“Penanganannya harus kolaboratif melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan organisasi lingkungan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menambahkan upaya teknis yang dilakukan SDA untuk mengurangi dampak banjir rob, khususnya di Muara Angke yang mengalami penurunan tanah ekstrem. Dia menekankan pentingnya kombinasi infrastruktur pengendali dan teknologi pemantauan.
“Di Muara Angke, penurunan tanah cukup ekstrem karena kondisi tanah yang lunak. Kami membangun tanggul pengaman pantai, giant sea wall, dan melakukan pembersihan rutin di sekitar lokasi untuk mengurangi efek banjir rob,” ungkapnya.
Dia juga memperkenalkan inovasi digital untuk mendeteksi dan memantau banjir rob secara realtime. “SDA mengembangkan platform Sinarji yang dapat mendeteksi banjir rob secara cepat dan akurat sehingga langkah mitigasi bisa segera dilakukan,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :