Tergiur Uang Jutaan, Banyak Orang Jadi Kurir Narkoba Selama Pandemi COVID-19
Minggu, 13 September 2020 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Warno mengaku membawa sabu tersebut menggunakan jasa travel Palembang-Pali. Untuk mengantarkan barang haram tersebut, dia dijanjikan upah Rp10 juta rupiah. Namun sebelum tiba di Kabupaten Pali, petugas terlebih dulu menangkapnya di Kota Prabumulih.
Sementara itu, Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu mengatakan, untuk kali ini sabu yang berhasil diamankan berasal dari jaringan Padang, Sumatra Barat. "Biasanya sabu yang masuk ke Sumatera Selatan kebanyakan dari Aceh, Medan, Riau, dan Jambi," kata Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel.
Kombes Pol Heri Istu mengemukakan, motif para pelaku adalah ekonomi atau keuntungan. Sebab, di masa pandemi COVID-19 sekarang ini tidak menyurutkan para kurir dan bandar untuk menjual narkoba.
Kini para tersangka kurir narkoba tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditres Narkoba Polda Sumsel. Polisi masih memburu para bandar yang menjadi pemasok barang haram tersebut.
Sementara itu, Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu mengatakan, untuk kali ini sabu yang berhasil diamankan berasal dari jaringan Padang, Sumatra Barat. "Biasanya sabu yang masuk ke Sumatera Selatan kebanyakan dari Aceh, Medan, Riau, dan Jambi," kata Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel.
Kombes Pol Heri Istu mengemukakan, motif para pelaku adalah ekonomi atau keuntungan. Sebab, di masa pandemi COVID-19 sekarang ini tidak menyurutkan para kurir dan bandar untuk menjual narkoba.
Kini para tersangka kurir narkoba tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditres Narkoba Polda Sumsel. Polisi masih memburu para bandar yang menjadi pemasok barang haram tersebut.
(awd)
Lihat Juga :