ITB Dukung Pemberdayaan Produksi Tenun Ikat BUMDes Adobal Flores
Senin, 13 Oktober 2025 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Purbaya Yudhi Sadewa Perkuat Barisan 6 Menteri Alumni ITB di Kabinet Prabowo
Penjabat Kepala Desa Adobala Hieronimus Hawan Teka mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program tersebut dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi BUMDes.
“Kami berharap program ini bisa membantu menjawab tantangan yang dihadapi terkait usaha BUMDes, terutama dalam hal manajemen dan pemasaran produk tenun agar lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” tuturnya.
Dari sisi pengembangan produk, pakar desain produk dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Slamet Riyadi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta diharapkan dapat membawa dampak nyata.
“Kami berharap apa yang dikerjakan oleh Pala Nusantara dan Shima Design House bisa memberikan manfaat dan membuka peluang kolaborasi ke depannya. Ini sejalan dengan misi mereka untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada audiens yang lebih muda,” sebut Slamet Riyadi.
Dalam kegiatan ini, Pala Nusantara melalui Shima Design House berperan sebagai mitra kolaborasi desain produk. Dalam diskusi langsung secara daring baik Pala Nusantara maupun BUMDes Adobala menyatakan komitmen dalam melanjutkan eksplorasi kolaborasi dari segi potensi produk tenun, kekayaan budaya lokal, perlindungan HAKI, dan inovasi model bisnis dalam merealisasikan potensi ekonomi dan budaya di Desa Adobala.
Anggota tim Pengabdian Masyarakat ITB Zartikazahra Nurulfiqri menyampaikan kegiatan eksplorasi desain dan penerapan kain tenun dalam berbagai produk fesyen berhasil memantik semangat peserta.
Penjabat Kepala Desa Adobala Hieronimus Hawan Teka mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program tersebut dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi BUMDes.
“Kami berharap program ini bisa membantu menjawab tantangan yang dihadapi terkait usaha BUMDes, terutama dalam hal manajemen dan pemasaran produk tenun agar lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” tuturnya.
Dari sisi pengembangan produk, pakar desain produk dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Slamet Riyadi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta diharapkan dapat membawa dampak nyata.
“Kami berharap apa yang dikerjakan oleh Pala Nusantara dan Shima Design House bisa memberikan manfaat dan membuka peluang kolaborasi ke depannya. Ini sejalan dengan misi mereka untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada audiens yang lebih muda,” sebut Slamet Riyadi.
Dalam kegiatan ini, Pala Nusantara melalui Shima Design House berperan sebagai mitra kolaborasi desain produk. Dalam diskusi langsung secara daring baik Pala Nusantara maupun BUMDes Adobala menyatakan komitmen dalam melanjutkan eksplorasi kolaborasi dari segi potensi produk tenun, kekayaan budaya lokal, perlindungan HAKI, dan inovasi model bisnis dalam merealisasikan potensi ekonomi dan budaya di Desa Adobala.
Anggota tim Pengabdian Masyarakat ITB Zartikazahra Nurulfiqri menyampaikan kegiatan eksplorasi desain dan penerapan kain tenun dalam berbagai produk fesyen berhasil memantik semangat peserta.
Lihat Juga :