Budidaya Ikan Guppy di Soloraya Meningkat Saat Pandemi COVID-19
Minggu, 13 September 2020 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Ikan Guppy sangat mudah diternak, sehingga mengandalkan nilai ekonomisnya. Bahkan saat pademi COVID-19 tidak terlalu terdampak dan justru semakin banyak peminat. Ikan Guppy menjadi hiburan untuk mengusir rasa bosan terlalu lama tinggal di dalam rumah. Sehingga banyak diantaranya yang kemudian ingin memelihara. Ikan Guppy harganya variatif tergantung kualitas dan kelangkaannya. Untuk satu pasang harganya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.
Untuk membedakan jantan atau betina sangat mudah. Ikan Guppy jantan sekilas sudah kelihatan karena badannya full warna, ekor lebih lebar dan body lebih ramping. Sedangkan ikan Guppy betina badannya polos, ekor tidak terlalu lebar, dan bodi lebih besar karena untuk menampung calon anak anaknya. Dalam sebulan, Gibran Yoga mengaku memiliki omzet penjualan hingga Rp5 juta per bulan. Ikan Guppy yang populer diantaranya black moskow, albino full red, dan albino full platinum .
Selain itu juga ada dua warna yang biasa disebut tuxedo, dan ada juga bercorak. Ikan Guppy sangat suka suhu yang normal antara suhu 27-28 derajat celcius. Rata rata ikan bermasalah ketika ada lonjakan suhu yang ekstrim.
Anggota Komunitas Guppy Soloraya banyak di antaranya yang sudah mampu menjual hingga ke luar negeri. Di antaranya negara Eropa, Asia, dan Amerika. Ikan dipasarkan melalui facebook dan instagram. “Lebih ke grup karena sasaran lebih spesifik. Ada grup Guppy internasional. Pesertanya dari seluruh dunia,” bebernya.
Saat pandemi COVID-19, permintaan dari luar negeri diakui ada penurunan. Namun permintaan dari dalam negeri justru mengalami peningkatan tajam. Masyarakat di Solo yang membudidayakan ikan Guppy diperkirakan mencapai 100 orang. Hanya saja, mereka jarang terespos. Sementara, mereka yang tergabung dalam Komunitas Guppy Soloraya saling bertukar informasi, hingga barter jenis ikan yang tidak dimiliki. Sehingga mereka tidak perlu membeli.
Untuk membedakan jantan atau betina sangat mudah. Ikan Guppy jantan sekilas sudah kelihatan karena badannya full warna, ekor lebih lebar dan body lebih ramping. Sedangkan ikan Guppy betina badannya polos, ekor tidak terlalu lebar, dan bodi lebih besar karena untuk menampung calon anak anaknya. Dalam sebulan, Gibran Yoga mengaku memiliki omzet penjualan hingga Rp5 juta per bulan. Ikan Guppy yang populer diantaranya black moskow, albino full red, dan albino full platinum .
Selain itu juga ada dua warna yang biasa disebut tuxedo, dan ada juga bercorak. Ikan Guppy sangat suka suhu yang normal antara suhu 27-28 derajat celcius. Rata rata ikan bermasalah ketika ada lonjakan suhu yang ekstrim.
Anggota Komunitas Guppy Soloraya banyak di antaranya yang sudah mampu menjual hingga ke luar negeri. Di antaranya negara Eropa, Asia, dan Amerika. Ikan dipasarkan melalui facebook dan instagram. “Lebih ke grup karena sasaran lebih spesifik. Ada grup Guppy internasional. Pesertanya dari seluruh dunia,” bebernya.
Saat pandemi COVID-19, permintaan dari luar negeri diakui ada penurunan. Namun permintaan dari dalam negeri justru mengalami peningkatan tajam. Masyarakat di Solo yang membudidayakan ikan Guppy diperkirakan mencapai 100 orang. Hanya saja, mereka jarang terespos. Sementara, mereka yang tergabung dalam Komunitas Guppy Soloraya saling bertukar informasi, hingga barter jenis ikan yang tidak dimiliki. Sehingga mereka tidak perlu membeli.
(nun)
Lihat Juga :