Panser Anoa hingga Tank Amfibi BMP-3F Marinir Jadi Spot Foto Warga di HUT ke-80 TNI
Minggu, 05 Oktober 2025 - 12:48 WIB
loading...
Kendaraan tempur (ranpur) Anoa 6x6 buatan PT Pindad hingga Tank Amfibi BMP-3F milik Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang terparkir di Pintu Silang Monas Tenggara, Gambir, Jakarta Pusat menjadi spot foto. Foto/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Kendaraan tempur (ranpur) Anoa 6x6 buatan PT Pindad hingga Tank Amfibi BMP-3F milik Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang terparkir di Pintu Silang Monas Tenggara, Gambir, Jakarta Pusat menjadi spot foto warga hingga anak-anak pada Minggu (5/10/2025). Warga berdesakan hendak masuk ke area kawasan Monas.
Bahkan. sejumlah anak terhimpit padatnya warga yang hendak masuk. Ranpur TNI pun terparkir tepat di dekat Pintu Silang Tenggara Monas. Warga yang didominasi anak-anak pun terlihat menaiki Panser Anoa hingga Tank Amfibi BMP-3F.
"Pak foto, pak foto di situ (Anoa dan Tank Amfibi)," minta sang anak ke orangtuanya.
![Panser Anoa hingga Tank Amfibi BMP-3F Marinir Jadi Spot Foto Warga di HUT ke-80 TNI]()
Baca juga: Prabowo: Seleksi Pimpinan TNI Tak Perlu Selalu Perhitungkan Senioritas, yang Penting Prestasi
Terlihat prajurit TNI yang bertugas membantu anak-anak untuk menaiki ranpur. Tak jarang warga pun meminta foto dengan prajurit TNI.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto kembali ke Istana Kepresidenan usai menghadiri perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, pada Minggu (5/10/2025). Sepanjang perjalanan, dia terus menyapa masyarakat yang hadir.
Prabowo kembali ke Istana dengan menggunakan Maung Garuda yang merupakan kendaraan kepresidenan di masa kepemimpinannya. Tapi, ia kembali muncul dari sunroof untuk menyapa warga yang hadir sejak pagi.
Menariknya, Prabowo tak sekadar menyapa warga dengan melambaikan tangan, ia berinteraksi langsung meski tidak bisa berdekatan. Bahkan, beberapa anak-anak diminta untuk mendekat kepada dirinya.
Momen menyentuh pun terjadi, Presiden Prabowo lalu menggendong anak-anak tersebut dan mencium keningnya. Itu dilakukan atas keinginannya sendiri, karena ia meminta orang tua dari anak tersebut untuk menghampiri dirinya.
Terlihat dari gestur tangan Prabowo yang meminta masyaraat untuk mendekat kepada dirinya. Sehingga tidak ada intervensi dari Paspampres yang menimbulkan momen presiden sangat dekat dengan masyarakat.
Maung Garuda yang ditunggangi Prabowo juga beberapa kali berhenti karena ingin menyapa warga. Prabowo terlihat tak ingin membuat masyarakat yang hadir sejak pagi kecewa karena tak bisa berinteraksi langsung dengan dirinya.
Momen seperti ini memang kerap dilakukan oleh Prabowo dalam beberapa kesempatan. Ini membuktikan bahwa dirinya ingin menjadi seorang pemimpin negara yang dekat dengan masyarakatnya tanpa ada halangan dari siapa pun.
Bahkan. sejumlah anak terhimpit padatnya warga yang hendak masuk. Ranpur TNI pun terparkir tepat di dekat Pintu Silang Tenggara Monas. Warga yang didominasi anak-anak pun terlihat menaiki Panser Anoa hingga Tank Amfibi BMP-3F.
"Pak foto, pak foto di situ (Anoa dan Tank Amfibi)," minta sang anak ke orangtuanya.

Baca juga: Prabowo: Seleksi Pimpinan TNI Tak Perlu Selalu Perhitungkan Senioritas, yang Penting Prestasi
Terlihat prajurit TNI yang bertugas membantu anak-anak untuk menaiki ranpur. Tak jarang warga pun meminta foto dengan prajurit TNI.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto kembali ke Istana Kepresidenan usai menghadiri perayaan HUT ke-80 TNI di Monas, pada Minggu (5/10/2025). Sepanjang perjalanan, dia terus menyapa masyarakat yang hadir.
Prabowo kembali ke Istana dengan menggunakan Maung Garuda yang merupakan kendaraan kepresidenan di masa kepemimpinannya. Tapi, ia kembali muncul dari sunroof untuk menyapa warga yang hadir sejak pagi.
Menariknya, Prabowo tak sekadar menyapa warga dengan melambaikan tangan, ia berinteraksi langsung meski tidak bisa berdekatan. Bahkan, beberapa anak-anak diminta untuk mendekat kepada dirinya.
Momen menyentuh pun terjadi, Presiden Prabowo lalu menggendong anak-anak tersebut dan mencium keningnya. Itu dilakukan atas keinginannya sendiri, karena ia meminta orang tua dari anak tersebut untuk menghampiri dirinya.
Terlihat dari gestur tangan Prabowo yang meminta masyaraat untuk mendekat kepada dirinya. Sehingga tidak ada intervensi dari Paspampres yang menimbulkan momen presiden sangat dekat dengan masyarakat.
Maung Garuda yang ditunggangi Prabowo juga beberapa kali berhenti karena ingin menyapa warga. Prabowo terlihat tak ingin membuat masyarakat yang hadir sejak pagi kecewa karena tak bisa berinteraksi langsung dengan dirinya.
Momen seperti ini memang kerap dilakukan oleh Prabowo dalam beberapa kesempatan. Ini membuktikan bahwa dirinya ingin menjadi seorang pemimpin negara yang dekat dengan masyarakatnya tanpa ada halangan dari siapa pun.
(rca)
Lihat Juga :