5 Fenomena Astronomi Akan Terjadi di Pekan Kedua September 2020

Minggu, 13 September 2020 - 08:35 WIB
loading...
5 Fenomena Astronomi...
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Sejumlah fenomena astronomi akan terjadi pada pekan kedua bulan September. Pusat Sains Antariksa LAPAN melaporkan, ada lima fenomena yang akan terjadi di langit dan bisa diamati.

Dalam akun Instagram -nya, @pussainsa_lapan, LAPAN menyebut fenomena astronomi ini bisa dinikmati pada 9-15 September 2020. Berikut lima fenomena tersebut?

Baca juga: Dua Asteroid Besar Berbahaya Melesat Mendekati Bumi

1. Fase Perbani Akhir
Puncak fase perbani akhir terjadi 10 September 2020 pada 16.25 WIB. Saat fenomena ini terjadi, Bulan berjarak 396.196 km dari Bumi (geosentris) dan terletak pada konstelasi Taurus, dekat manzilah Aldebaran.

Bulan akan terbit di sekitar tengah malam dari arah Timur-Timur Laut, kemudian berkulminasi di arah Utara menjelang terbit Matahari dan terbenam dari arah Barat-Barat Laut menjelang tengah hari.

2. Retrograde Mars
Retrograde Mars dimulai pada 10 September 2020 pada pukul 05.23 WIB. Fenomena ini akan berakhir pada 14 November 2020 pada pukul 07.36, sehingga retro grade Mars berlangusng selama 65 hari.

Puncak dari retrograde MArs adalah Oposisi Mars, yakni ketika seluruh permukaan Mars yang menghadap Bumi terkena sinar Matahari yang membuatnya akan tampak lebih terang.

Oposisi Mars tahun ini terjadi pada 14 Oktober 2020. Retrograde Mars dapat diamati pada konstelasi Pisces.

Baca juga: 2 Lubang Hitam Terkuat Mau Tabrakan, Bahayakah untuk Warga Bumi?

Retrograde Mars berikutnya akan terjadi 2 tahun mendatang pada 30 Oktober 2022.

3. Deklinasi Maksimum Utara Bulan
Pada 12 September, terjadi deklinasi maksimum utara Bulan, di mana, Bulan terletak pada posisi paling utara dari ekuator langit.

Fenomena ini akan terjadi pukul 12.25 WIB dengan jarak geosentris 386.421Km, iluminasi 31,88% dan lebar sudut 9,9 menit busur.

Deklinasi Bulan ketika mencapai maksimum bervariasi antara 18,3 derajat hingga 28,6 derajat. Bulan berada di arah Utara ketika kulminasi yang terjadi satu jam setelah terbit Matahari (sekitar pukul 07.00 WIB) dan terletak di konstelasi Gemini.

Fenomena ini berada di atas ufuk, sejak pukul 01.15 WIB hingga 12.45 WIB dari arah Timur-Timur Laut hingga Barat-Barat Laut.

4. Oposisi Neptunus
Oposisi Neptunus akan terjadi pada 12 September 2020, dimana ko firgurasi ketika Matahari, Bumi dan Neptunus tampak segaris lurus dan Neptunus terletak pada posisi berlawanan arah terhadap Matahari.

Neptunus akan berada di atas ufuk mulai pukul 19.00 WIB hingga 04.30 WIB keesokan harinya. Lali berkulminasi menjelang tengah malam di dekat Zenit.

Baca juga: NASA Cemaskan Medan Magnet Bumi, LAPAN Sebut Berpotensi Ganggu Satelit

Neptunus dapat ditemukan di konstelasi Aquarius. Untuk melihatnya, pastikan cuaca cerah dan bebas dari polusi cahaya ataupun penghalang lainnya agar dapat menyaksikan titik biru pucat ini.

5. Triple Konjungsi Bulan-Venus-Beehive
Fenomena lain yang akan terjadi pada 14 September 2020 adalah Tripel Konjungsi Bulan-Venus-Beehive, yang dapat diamati sejak pukul 03.30 WIB hingga 05.30 WIB dari arah Timur-Timur Laut.

Gugus Beehive atas sarang lebah merupakan gugus bintang terbuka yang terletak di konstelasi Cancer. Gugus bintang ini terdiri dari 50-100 bintang dan dikenal sebagai Paresepe atau Manger.

Baca juga: Dua Fenomena Astronomi di Pekan Terakhir Agustus 2020

Dalam sistem manzilah Arab, Beehive disebut sebagai manzilah an-Natsrah yang berarti hidung singa. Gugus Beehive memiliki magnitudo visual +3 sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang jika kondisi langit cerah dan bebas dari polusi udara.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Puncak Gerhana Bulan...
Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB, Bisa Diamati secara Langsung!
Pakar ITB: Longsor Cisarua...
Pakar ITB: Longsor Cisarua Bandung Barat Akibat Faktor Alamiah dan Manusia yang Kompleks
Waspadai Ancaman Banjir...
Waspadai Ancaman Banjir Rob 17 November hingga 3 Desember 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak!
Salju Gunung Bromo Bikin...
Salju Gunung Bromo Bikin Penasaran, Ini Penampakannya
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Rekomendasi
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Mbappe Cetak Gol di...
Mbappe Cetak Gol di Laga ke-100, Prancis Ungguli Irak pada Babak Pertama
Berita Terkini
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved