Momen Penolakan Gajah Mada saat Diberi Jabatan Tinggi di Kerajaan Majapahit
Rabu, 01 Oktober 2025 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum mengajukan nama Gajah Mada, Aria Tadah terlebih dahulu mendekati Gajah Mada dan melobinya. Namun oleh Tadah, Gajah Mada ditawarkan di posisi sebagai patih, bukan patih amangku bumi. Dia meminta Gajah Mada membantunya dalam menjalankan tugas sebagai patih.
Tapi, Tadah sebenarnya hanya merayu Gajah Mada untuk mengisi jabatan sebagai patih amangku bumi. Dia tahu Gajah Mada pasti akan segan dan tak mau langsung menerima permintaan menggantikannya sebagai patih amangku bumi.
Maka agar tak merasa segan dan malu, Gajah Mada dibesarkan hatinya oleh Aria Tadah. Dia berkali-kali dirayu Aria Tadah agar mau menjadi patih terlebih dahulu membantunya sebelum nantinya memgemban jabatan sebagai patih amangku bumi.
Gajah Mada memang bukanlah orang yang haus jabatan dan ingin menduduki jabatan milik orang lain. Menurut Gajah Mada, jabatan patih amangku bumi hendaknya diserahkan dengan kerelaan pejabatnya sendiri. Atas kerelaan inilah kerja sama dapat terjalin antara pejabat baru dengan Aria Tadah selaku pejabat lama.
Sifat lain yang dimiliki Gajah, dia menghindari perebutan jabatan. Hal ini juga yang membuat Gajah Mada enggan menerima tawaran jabatan sebagai patih dari Aria Tadah. Gajah Mada sadar diri belum memiliki jasa cukup besar kepada Majapahit sambil menunggu bahwa dia memang layak menduduki jabatan tersebut.
Tapi, Tadah sebenarnya hanya merayu Gajah Mada untuk mengisi jabatan sebagai patih amangku bumi. Dia tahu Gajah Mada pasti akan segan dan tak mau langsung menerima permintaan menggantikannya sebagai patih amangku bumi.
Maka agar tak merasa segan dan malu, Gajah Mada dibesarkan hatinya oleh Aria Tadah. Dia berkali-kali dirayu Aria Tadah agar mau menjadi patih terlebih dahulu membantunya sebelum nantinya memgemban jabatan sebagai patih amangku bumi.
Gajah Mada memang bukanlah orang yang haus jabatan dan ingin menduduki jabatan milik orang lain. Menurut Gajah Mada, jabatan patih amangku bumi hendaknya diserahkan dengan kerelaan pejabatnya sendiri. Atas kerelaan inilah kerja sama dapat terjalin antara pejabat baru dengan Aria Tadah selaku pejabat lama.
Sifat lain yang dimiliki Gajah, dia menghindari perebutan jabatan. Hal ini juga yang membuat Gajah Mada enggan menerima tawaran jabatan sebagai patih dari Aria Tadah. Gajah Mada sadar diri belum memiliki jasa cukup besar kepada Majapahit sambil menunggu bahwa dia memang layak menduduki jabatan tersebut.
(jon)
Lihat Juga :