Dana Desa Jadi Kunci Masa Depan Lebih Sehat bagi Anak Indonesia
Selasa, 30 September 2025 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Program ini sekaligus membekali kader Posyandu dengan pelatihan, alat pembelajaran interaktif, dan metode pendekatan kreatif, mulai dari jingle kesehatan hingga demonstrasi langsung. Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Elvieda Sariwati menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan praktik sehari-hari yang konsisten.
Baca juga: Kemenkes Selidiki Kasus Kematian Balita di Sukabumi Akibat Cacingan
Dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun yang benar, menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, makan sehat bergizi seimbang, dan imunisasi tepat waktu dalam kehidupan sehari-hari, bisa diciptakan perubahan berkelanjutan yang mendukung tumbuh kembang anak.
"Keluarga SIGAP sejalan dengan upaya nasional kami dalam mendorong perilaku hidup sehat di keluarga. Dengan pendekatan berfokus pada keluarga, maka program ini membantu membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang dan memberdayakan keluarga untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ana,” ujar Elvieda dikutip Selasa (30/9/2025).
Pendekatan ini sudah menunjukkan hasil di Bogor, di mana beberapa desa memutuskan melanjutkan kegiatan SIGAP menggunakan anggaran desa mereka sendiri.
Sementara itu, Analis Kebijakan Senior Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kementerian Desa dan Pembagunan Daerah Tertinggal, Sappe M. P. Sirait menambahkan bahwa hal itu merupakan tujuan utama dari mekanisme Dana Desa.
Baca juga: Kemenkes Selidiki Kasus Kematian Balita di Sukabumi Akibat Cacingan
Dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun yang benar, menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, makan sehat bergizi seimbang, dan imunisasi tepat waktu dalam kehidupan sehari-hari, bisa diciptakan perubahan berkelanjutan yang mendukung tumbuh kembang anak.
"Keluarga SIGAP sejalan dengan upaya nasional kami dalam mendorong perilaku hidup sehat di keluarga. Dengan pendekatan berfokus pada keluarga, maka program ini membantu membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang dan memberdayakan keluarga untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ana,” ujar Elvieda dikutip Selasa (30/9/2025).
Pendekatan ini sudah menunjukkan hasil di Bogor, di mana beberapa desa memutuskan melanjutkan kegiatan SIGAP menggunakan anggaran desa mereka sendiri.
Sementara itu, Analis Kebijakan Senior Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kementerian Desa dan Pembagunan Daerah Tertinggal, Sappe M. P. Sirait menambahkan bahwa hal itu merupakan tujuan utama dari mekanisme Dana Desa.
Lihat Juga :