Panglima TNI Diminta Tarik Pasukan non Organik dari Kabupaten Paniai

Jum'at, 26 September 2025 - 17:58 WIB
loading...
Panglima TNI Diminta...
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto diminta menarik pasukan TNI dari Paniai. Foto/SIndoNews
A A A
PAPUA - Kehadiran pasukan nonorganik TNI di Kabupaten Paniai, Papua Tengah dinilai menimbulkan keresahan masyarakat. Sebab kehadiran pasukan ini tidak disertai informasi dan koordinasi yang memadai.

Anggota DPRK Kabupaten Paniai Yudas Nawipa mengatakan, masyarakat Paniai baru saja merasa suasana damai sedang berbenah untuk pembangunan wilayahnya. Warga sedang menata ulang kehidupan yang selalu didera konflik.

“Pasukan organik TNI-Polri dibantu dengan Satgas yang ada dan bantuan pasukan tambahan Brimob sebenarnya sudah berhasil membuat suasana wilayah kami damai dan kondusif,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Yudas mengaku heran di tengah upaya melaksanakan pembangunan bersama rakyatnya, tiba-tiba warga dikejutkan dengan kehadiran pasukan non-organik yang semakin intens dalam sepekan terakhir. Pasukan ini ada yang didrop di kawasan danau Paniai dengan menggunakan sejumlah speedboad.

Baca juga: 18 Anggota TNI dan 16 Polri Diperiksa Kasus HAM Berat Paniai Papua

“Kami sebagai wakil rakyat saja tidak mengetahui pasukan non-organik TNI ini diterjunkan ke Paniai untuk kepentingan apa. Bahkan, sampai saat ini kami tidak bisa melakukan koordinasi dengan pasukan tersebut,” katanya.

Bukan hanya penambahan pasukan, namun juga di wilayahnya kerap dilakukan patroli tengah malam. Bahkan, di beberapa lokasi dikabarkan telah dilakukan penggeledahan dari rumah-ke-rumah. “Ini yang membuat rakyat kami ketakutan, sehingga kini terjadi lagi gelombang pengungsian,” ujarnya.

Yudas berharap Panglima TNI dapat memerintahkan aparatnya untuk memberikan arahan, informasi, maupun koordinasi dengan pihaknya mengenai kehadiran pasukan non-organik ini.

“Setidaknya ini bisa menenangkan warga Paniai. Agar mereka tahu pasukan ini datang dalam rangka dan untuk apa. Saat ini semua orang ketakutan, malam-malam didatangi tentara,” ujarnya.

Baca juga: Kejagung Periksa Anggota TNI Terkait Peristiwa Paniai Papua

Ketua Satgas Pengawalan Pembangunan Kampung Yunus Kadepa menuturkan, saat ini kembali terjadi pengungsian warga ke kabupaten tetangga yang dianggap lebih kondusif. Ribuan orang telah meninggalkan kampung, mereka umumnya takut dan trauma dengan patroli yang dilakukan oleh pasukan non-organik ini. “Lebih menyedihkan lagi, kami tidak bisa memberikan jawaban bagi rakyat terhadap kehadiran pasukan ini,” ujar Yunus.

Menurutnya, utusan dari suku-suku sudah berulang kali bertanya tentang apa maksud dan tujuan dari kehadiran pasukan ini. “Tapi, dengan sangat menyesal, saya tidak bisa memberikan jawaban. Karena memang tidak tahu, tidak ada yang memberi tahu” ujarnya.

Yunus juga berharap, sampai ada informasi dan koordinasi yang jelas dari pemerintah pusat, kegiatan pasukan non-organik ini dibekukan dulu.

“Kami memohon kepada Panglima TNI, sampai ada informasi dan koordinasi yang jelas. Pasukan non-organik agar kembali dulu ke markasnya, kepercayaan dan mental rakyat bisa dipulihkan sehingga mereka bisa kembali ke kampung-kampungnya. Karena wilayah kami pun butuh pembangunan, perekonomian harus jalan. Bagaimana bisa membangun kalau rakyat kami mengungsi semua,” ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
Gelar TMMD, Kodim 1801/Manokwari...
Gelar TMMD, Kodim 1801/Manokwari Bangun Fasilitas Air Bersih untuk Warga Papua
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
6 Kolonel Pecah Bintang...
6 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved