Ratusan Petani Sawit Musi Banyuasin Praktik Pembuatan Biochar
Jum'at, 26 September 2025 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
“Harapan saya para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, menyerap materi yang disampaikan para pembicara dan mengaplikasikan biochar yang dibuatnya di kebun sawitnya. Apalagi tandan kosong sawit yang menjadi bahan baku (biochar) banyak tersedia di sini,” kata Anwar Sadat.
Dia juga mengapresiasi Aspekpir yang terus melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit ini. "Ini dalam rangka mempromosikan biochar kepada para petani sawit," katanya.
Biochar ini, kata dia, salah satu fungsinya bisa mengikat hara dan air yang sangat bermanfaat bagi tanaman sawit . Harapannya dengan penggunaan biochar ini bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia yang saat ini harganya sangat mahal. "Sehingga dengan penggunaan biochar akan mengurangi biaya pemupukan," tuturnya.
Anwar juga mengatakan bahwa dengan penggunaan biochar ini sebagai salah satu upaya kita menjawab isu-isu keberlanjutan yang digaungkan Uni Eropa. "Secara teori biochar ini menghasilkan karbon, sehingga ini sangat ramah lingkungan karena berasal dari bahan-bahan organik," papar Anwar.
Pelaksana Tugas Camat Sungai Lilin Irfan Apriadi sangat mendukung inovasi ini untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit petani yang ada di Kecamatan Sungai Lilin. "Mari kita ikuti acara ini dengan seksama agar ilmu yg dipaparkan bisa kita serap," katanya.
Mirza Arif Zainal mengatakan bahwa biochar kaya karbon yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna atau pembakaran tanpa oksigen atau oksigen terbatas dengan suhu di atas 250 Celcius. Pembakaran ini dilakukan dalam waktu dua jam atau lebih tergantung pada jenis biomassa yang digunakan.
Dia juga mengapresiasi Aspekpir yang terus melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani kelapa sawit ini. "Ini dalam rangka mempromosikan biochar kepada para petani sawit," katanya.
Biochar ini, kata dia, salah satu fungsinya bisa mengikat hara dan air yang sangat bermanfaat bagi tanaman sawit . Harapannya dengan penggunaan biochar ini bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia yang saat ini harganya sangat mahal. "Sehingga dengan penggunaan biochar akan mengurangi biaya pemupukan," tuturnya.
Anwar juga mengatakan bahwa dengan penggunaan biochar ini sebagai salah satu upaya kita menjawab isu-isu keberlanjutan yang digaungkan Uni Eropa. "Secara teori biochar ini menghasilkan karbon, sehingga ini sangat ramah lingkungan karena berasal dari bahan-bahan organik," papar Anwar.
Pelaksana Tugas Camat Sungai Lilin Irfan Apriadi sangat mendukung inovasi ini untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit petani yang ada di Kecamatan Sungai Lilin. "Mari kita ikuti acara ini dengan seksama agar ilmu yg dipaparkan bisa kita serap," katanya.
Mirza Arif Zainal mengatakan bahwa biochar kaya karbon yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna atau pembakaran tanpa oksigen atau oksigen terbatas dengan suhu di atas 250 Celcius. Pembakaran ini dilakukan dalam waktu dua jam atau lebih tergantung pada jenis biomassa yang digunakan.
Lihat Juga :