Delegasi 20 Negara Kunjungi Bandung, Pelajari Inovasi Budidaya Bawang Merah
Jum'at, 19 September 2025 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Rumah Bawang EWINDO di Cimaung menjadi panggung utama untuk memperlihatkan praktik langsung budidaya TSS kepada delegasi internasional. Di lahan seluas 1 hektare ini, peserta dikenalkan secara langsung tahapan budidaya sejak penyemaian biji, perawatan tanaman, hingga panen bawang merah.
Suasana kunjungan semakin hidup saat delegasi berdialog langsung dengan petani lokal. Para peserta mendengar bagaimana inovasi ini mengubah kehidupan petani dari beban biaya benih yang berkurang, panen yang meningkat, hingga kemampuan membiayai pendidikan anak.
“Kami terkesan melihat bagaimana inovasi True Shallot Seed Benih ini dapat mengubah kehidupan petani. Ini merupakan pengalaman belajar yang berharga bagi negara kami, sekaligus kontribusi penting Indonesia bagi kemajuan sektor hortikultura,” kata ISHS Chair Division of Vegetables, Roots and Tubers, dari University of Catania, Italia Prof. Ferdinando Branca.
Kunjungan delegasi dari 20 negara ini bukan sekadar pertukaran pengetahuan, tetapi juga pengakuan bahwa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam menjawab tantangan pangan global.
Melalui TSS, Indonesia menunjukkan bahwa inovasi ini dapat memberi dampak global. Bagi Indonesia, keberhasilan ini tidak hanya memperkuat daya saing sektor hortikultura, tetapi juga membuka jalan bagi kontribusi yang lebih besar dalam percaturan pangan dunia.
Suasana kunjungan semakin hidup saat delegasi berdialog langsung dengan petani lokal. Para peserta mendengar bagaimana inovasi ini mengubah kehidupan petani dari beban biaya benih yang berkurang, panen yang meningkat, hingga kemampuan membiayai pendidikan anak.
“Kami terkesan melihat bagaimana inovasi True Shallot Seed Benih ini dapat mengubah kehidupan petani. Ini merupakan pengalaman belajar yang berharga bagi negara kami, sekaligus kontribusi penting Indonesia bagi kemajuan sektor hortikultura,” kata ISHS Chair Division of Vegetables, Roots and Tubers, dari University of Catania, Italia Prof. Ferdinando Branca.
Kunjungan delegasi dari 20 negara ini bukan sekadar pertukaran pengetahuan, tetapi juga pengakuan bahwa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam menjawab tantangan pangan global.
Melalui TSS, Indonesia menunjukkan bahwa inovasi ini dapat memberi dampak global. Bagi Indonesia, keberhasilan ini tidak hanya memperkuat daya saing sektor hortikultura, tetapi juga membuka jalan bagi kontribusi yang lebih besar dalam percaturan pangan dunia.
(cip)
Lihat Juga :