Delegasi 20 Negara Kunjungi Bandung, Pelajari Inovasi Budidaya Bawang Merah

Jum'at, 19 September 2025 - 13:41 WIB
loading...
Delegasi 20 Negara Kunjungi...
Sebanyak 80 delegasi internasional dari 20 negara mengunjungi Rumah Bawang, PT East West Seed Indonesia di Cimaung, Bandung, Jawa Barat. Foto/istimewa
A A A
BANDUNG - Sebanyak 80 delegasi internasional dari 20 negara mengunjungi Rumah Bawang, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) yang berlokasi di Cimaung, Bandung, Jawa Barat. Kunjungan mereka untuk belajar inovasi budidaya bawang merah.

Hal itu dilakukan para delegasi dalam rangka kegiatan International Symposium on Edible Alliums IX, yang digelar IPB University bersama International Society for Horticultural Science (ISHS).

Para delegasi mancanegara tersebut berasal dari Jepang, Korea Selatan, Prancis, Amerika Serikat, Norwegia, Belanda, India, Filipina dan Italia. Dalam kesempatan itu, mereka mendapatkan pengalaman secara langsung bagaimana EWINDO memfasilitasi knowledge transfer komprehensif kepada petani tentang budidaya bawang merah dari biji (True Shallot Seed/ TSS), sebuah terobosan yang mampu menjawab masalah yang dihadapi petani sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing Indonesia di sektor pertanian.

Baca juga: Jadi Inspirasi Negara Lain, Delegasi SSTC Dalami Model Pemberdayaan Petani Muda Berteknologi Kementan

Bawang merah adalah komoditas strategis di Indonesia karena menjadi salah satu penentu inflasi bahan pangan. Produktivitas bawang merah nasional rata-rata tertahan di kisaran 8–11 ton/ha. Tantangan yang kerap muncul adalah keterbatasan ketersediaan umbi sebagai bibit, kualitas yang tidak seragam, membutuhkan ruang penyimpanan bibit yang besar serta tingginya serangan penyakit.

Teknologi TSS hadir menjawab masalah tersebut. Melalui pengembangan varietas unggul, EWINDO memperkenalkan metode budidaya bawang merah dari biji, bukan umbi bibit. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan TSS mampu meningkatkan produktivitas rata-rata hingga lebih dari 25 ton/ha, dengan kualitas hasil yang lebih seragam dan lebih tahan penyakit.

Baca juga: Ekspor Bawang Goreng lewat Upland Project Kementan Buka Pintu Awal Beri Kesejahteraan Petani

“Inovasi ini memberikan hasil sangat signifikan. Petani tidak hanya memperoleh panen lebih tinggi, tetapi juga lebih stabil. Dari sisi distribusi, benih dalam bentuk biji lebih mudah didistribusikan, disimpan dan dapat menjangkau wilayah yang selama ini sulit diakses oleh pasokan umbi,” ujar Managing Director EWINDO, Glenn Pardede Jumat (19/9/2025).

Bagi petani kecil, inovasi ini berdampak besar pada kesejahteraan keluarga mereka. Penggunaan TSS dapat meningkatkan keuntungan petani terutama karena biaya pembelian umbi bibit yang relatif mahal dapat ditekan. Jika pada metode tradisional petani membutuhkan 1,5–2 ton umbi/ha sebagai bibit dengan biaya Rp 40-60 juta, maka dengan TSS kebutuhannya hanya 3-4 kg biji/ha senilai Rp 12-16 juta.

Memang, dengan TSS petani membutuhkan waktu penyemaian benih sekitar 30 hari. Namun, jika tak ingin menyemai sendiri, petani dapat memanfaatkan umbi bibit dari sistem TSS yang dikembangkan oleh petani penyemai dengan kisaran biaya Rp30 juta/ha.

Hal ini berdampak pada potensi penghematan biaya produksi hingga kisaran 25-50% dibanding menanam dengan umbi. Efisiensi input ini memberi ruang lebih besar bagi petani untuk mengalokasikan modal ke pupuk, teknologi irigasi, atau tabungan keluarga.

“Kami merasakan sendiri manfaatnya. Dengan menanam bawang merah dari biji, hasil panen lebih banyak, umbinya seragam, dan harga jual lebih bagus. Keuntungan yang saya dapat bisa naik hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya,” tutur Pak Tono Suwarna, petani bawang merah asal Cimaung.

Rumah Bawang EWINDO di Cimaung menjadi panggung utama untuk memperlihatkan praktik langsung budidaya TSS kepada delegasi internasional. Di lahan seluas 1 hektare ini, peserta dikenalkan secara langsung tahapan budidaya sejak penyemaian biji, perawatan tanaman, hingga panen bawang merah.

Suasana kunjungan semakin hidup saat delegasi berdialog langsung dengan petani lokal. Para peserta mendengar bagaimana inovasi ini mengubah kehidupan petani dari beban biaya benih yang berkurang, panen yang meningkat, hingga kemampuan membiayai pendidikan anak.

“Kami terkesan melihat bagaimana inovasi True Shallot Seed Benih ini dapat mengubah kehidupan petani. Ini merupakan pengalaman belajar yang berharga bagi negara kami, sekaligus kontribusi penting Indonesia bagi kemajuan sektor hortikultura,” kata ISHS Chair Division of Vegetables, Roots and Tubers, dari University of Catania, Italia Prof. Ferdinando Branca.

Kunjungan delegasi dari 20 negara ini bukan sekadar pertukaran pengetahuan, tetapi juga pengakuan bahwa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam menjawab tantangan pangan global.

Melalui TSS, Indonesia menunjukkan bahwa inovasi ini dapat memberi dampak global. Bagi Indonesia, keberhasilan ini tidak hanya memperkuat daya saing sektor hortikultura, tetapi juga membuka jalan bagi kontribusi yang lebih besar dalam percaturan pangan dunia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Pembatasan Nikotin dan...
Pembatasan Nikotin dan Tar Ancam Nasib Petani Tembakau serta Cengkih Temanggung
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Rekomendasi
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved