Pemprov Jatim Minta Kabupaten-Kota Lengkapi Data Penerima Bansos Covid-19
Senin, 04 Mei 2020 - 11:27 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak mengimbau kabupaten/kota segera melengkapi data penerima bantuan sosial (bansos) dampak Covid-19 dari Kementrian Sosial (Kemensos), di aplikasi pusat data dan informasi (pusdatin).
Khususnya, bagi daerah yang status datanya masih di bawah 90 persen. Bantuan tersebut berupa Bantuan Lansung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 per bulan.
"Kami mohon bagi kabupaten/kota yang data kuotanya masih di bawah 90 persen bisa segera melengkapi dan mensubmit datanya. Mengingat penutupan aplikasi data bansos dari Kemensos ini akan ditutup Senin (4/5/2020) tepat pukul 12 malam," katanya, Senin (4/5/2020).
Emil menjelaskan, saat ini sudah terdapat 11 daerah yang datanya sudah terkirim 100 persen. Sedangkan yang masih di bawah 90 persen ada sekitar 19 daerah. Diakuinya, bahwa belum terpenuhinya data ini karena memang semua dinas terkait masih sedang berproses.
Contoh, Sumenep sudah bisa mencapai 100 persen, padahal awalnya belum bisa karena ada data yang harus dikirim via email. Demikian pula untuk Tuban misalnya ada beberapa nama-nama yang tidak masuk ke sistem. Namun setelah komunikasi intensif maka nama-nama baru bisa diusulkan untuk mengisi kuota.
Khususnya, bagi daerah yang status datanya masih di bawah 90 persen. Bantuan tersebut berupa Bantuan Lansung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 per bulan.
"Kami mohon bagi kabupaten/kota yang data kuotanya masih di bawah 90 persen bisa segera melengkapi dan mensubmit datanya. Mengingat penutupan aplikasi data bansos dari Kemensos ini akan ditutup Senin (4/5/2020) tepat pukul 12 malam," katanya, Senin (4/5/2020).
Emil menjelaskan, saat ini sudah terdapat 11 daerah yang datanya sudah terkirim 100 persen. Sedangkan yang masih di bawah 90 persen ada sekitar 19 daerah. Diakuinya, bahwa belum terpenuhinya data ini karena memang semua dinas terkait masih sedang berproses.
Contoh, Sumenep sudah bisa mencapai 100 persen, padahal awalnya belum bisa karena ada data yang harus dikirim via email. Demikian pula untuk Tuban misalnya ada beberapa nama-nama yang tidak masuk ke sistem. Namun setelah komunikasi intensif maka nama-nama baru bisa diusulkan untuk mengisi kuota.
Lihat Juga :