DKI Masih Berdebat dengan Pemerintah Pusat Soal Pelaksanaan PSBB Total
Jum'at, 11 September 2020 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau soal 11 sektor usaha yang dikecualikan itu tetap. 11 tidak ada perubahan karena itulah yang menjadi kunci. Kemudian Pak Menteri Airlangga akan membicarakan, mengundang untuk bicara kita hormati. Karena itu besok kita bahas," ungkapnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau masyarakat khususnya perkantoran, kegiatan usaha, untuk secara mandiri, secara serius mulai membatasi kegiatan perkantorannya. Sebab, dalam 11 hari terakhir ini lompatan kasus positif Covid-19 di Jakarta sangat tinggi. (Baca juga: Wali Kota Bogor: PSBMK Lebih Tepat, Bukan PSBB Total)
Pada 30 Agustus 2020, terdapat 7.960 kasus aktif, kemudian pada 11 September 2020 menjadi 11.810. Kenaikan itu hampir 48 persen dalam 10 hari pertama di September sebanyak 3.850 kasus.
"Jadi memang kondisi dalam dua pekan terakhir ini mengkhawatirkan. Ini berbeda dengan situasi sebelumnya. Itu sebabnya kita berencana melakukan pengetatan selama dua minggu ke depan," ujar Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau masyarakat khususnya perkantoran, kegiatan usaha, untuk secara mandiri, secara serius mulai membatasi kegiatan perkantorannya. Sebab, dalam 11 hari terakhir ini lompatan kasus positif Covid-19 di Jakarta sangat tinggi. (Baca juga: Wali Kota Bogor: PSBMK Lebih Tepat, Bukan PSBB Total)
Pada 30 Agustus 2020, terdapat 7.960 kasus aktif, kemudian pada 11 September 2020 menjadi 11.810. Kenaikan itu hampir 48 persen dalam 10 hari pertama di September sebanyak 3.850 kasus.
"Jadi memang kondisi dalam dua pekan terakhir ini mengkhawatirkan. Ini berbeda dengan situasi sebelumnya. Itu sebabnya kita berencana melakukan pengetatan selama dua minggu ke depan," ujar Anies.
(jon)
Lihat Juga :