Kronologi Ricuh Massa di Mapolda Jateng Pecah Dini Hari Tadi, Pos Polisi Dibakar
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:59 WIB
loading...
Kericuhan massa aksi pecah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, tepatnya di depan Markas Polda Jawa Tengah, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Foto/Eka Setiawan
A
A
A
SEMARANG - Kericuhan massa aksi pecah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, tepatnya di depan Markas Polda Jawa Tengah , Sabtu (30/8/2025) dini hari. Pos polisi dibakar.
Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan dan menggelar aksi tepat di depan gerbang Mapolda Jateng pukul 00.30 WIB. Pagar besi di sana ditutup separuh, polisi bertameng berjaga di sana.
Beberapa kendaraan taktis (rantis) polisi turut disiagakan di sana. Massa aksi yang rata-rata bersepeda motor, memarkirkan kendaraannya di depan Mapolda Jateng. Beberapa di antara mereka terlihat hendak menerobos barikade.
Tak jarang di antara mereka mengumpat ke polisi yang berjaga di sana. Tak hanya itu, mereka juga menantang duel.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Imbau Semua Pihak Menahan Diri dan Hentikan Kekerasan
"Sing nembak gas air mata sopo, Pak? Kan mesti koncomu! Ora usah drama!" kata seorang massa aksi kepada Kompol Sucipto yang merupakan Kapolsek Semarang Selatan yang ikut berjaga di gerbang Mapolda Jateng.
Sementara di Jalan Pahlawan depan Mapolda Jawa Tengah, beberapa kali melintas rombongan pesepeda motor 2 tak yang terus menggeber gas dengan suara knalpot yang keras. Sebuah mobil dengan suara knalpot memekakkan telinga juga tampak melintas.
Tak lama setelah insiden itu, aksi massa mulai rusuh. Mereka melempari petugas dengan berbagai benda, mulai batu, botol, dan kayu. Mereka juga mencabuti bendera umbul-umbul bertiang bambu yang berada di Jalan Pahlawan. Memutarkan, menyeretnya di aspal.
Baca Juga: Respons Situasi Terkini, Ketum MUI Ajak Semua Pihak Bersabar
Massa makin rusuh. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dini hari itu. Tak hanya sekali. Asap putih mengepul disusul rasa panas dan pedih ketika angin bertiup menerpa muka dan mata.
Massa mundur sembari tetap mencoba melemparkan aneka benda ke arah petugas. Beberapa ada yang kabur ke arah Kusumawardhani dan Pleburan, jalan samping Dinas Sosial Provinsi Jateng, beberapa kabur ke arah Jalan Sriwijaya, Siranda dan Jalan Veteran.
Tak sedikit pula yang kabur ke arah Simpanglima. Sebagian kecil mencoba kabur ke wilayah Gergaji, kompleks belakang Mapolda Jateng jalan kecil samping Pengadilan Tinggi Semarang. Namun, warga setempat sudah menutup portal sembari berjaga. Massa kemudian mengubah arah, kembali kabur ke Jalan Pahlawan.
Massa yang dipukul mundur disusul pasukan pengendali massa termasuk dari Brimob keluar Mapolda Jateng. Mereka kemudian menyekat jalanan di sana sembari membentuk tameng perlindungan.
Menjelang pukul 02.00 WIB dini hari, situasi mulai terkendali. Pantauan di lokasi, setidaknya ada tiga anak muda yang ditangkap petugas kemudian dibawa masuk ke Mapolda Jateng.
“Tadi itu gerombolan kreak-kreak (yang aksi), anak-anak SMP dan STM,” kata seorang petugas intelijen yang ditemui dini hari itu di depan Mapolda Jateng.
Jumat (29/8/2025) malam jelang Sabtu dini hari, polisi tampak melakukan Olah TKP di kompleks Gubernuran dan DPRD Jawa Tengah. Di situ, sejumlah mobil dibakar dan dirusak massa, termasuk pos penjagaan dan sebuah kantin.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sempat meninjau lokasi kerusakan itu. Dia mengimbau semuanya untuk tetap bisa menahan diri, bersama-sama membuat situasi tetap kondusif.
Aksi perusakan itu terjadi Jumat malam selepas Magrib, ketika segerombolan anak muda tiba-tiba merangsek masuk, merobohkan pagar kantor pemerintahan dan dewan, kemudian beraksi anarkis.
Mobil pemadam kebakaran juga terus menyemprotkan air ke sisa-sisa benda yang dibakar agar api benar-benar padam, dingin dan bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Inafis dan reserse.
Ricuh Jumat malam hingga Sabtu dini hari itu juga menyasar pos polisi. Setidaknya ada dua pos polisi dibakar massa, yakni Pos Polisi Simpanglima dan Pos Polisi Tugumuda.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengemukakan aksi rusuh itu diduga dilakukan segerombolan massa yang turut berbaur dengan pengunjuk rasa aksi damai. "Kami mengamankan beberapa orang untuk diperiksa lebih lanjut," kata Artanto, Jumat malam.
Di sejumlah titik di Jawa Tengah, aksi massa yang ricuh juga terjadi. Artanto mengatakan sejumlah petugas maupun masyarakat terluka akibat insiden itu. Pendataan terus dilakukan.
Sabtu jelang siang ini, polisi tetap berjaga di titik-titik yang ditengarai jadi lokasi aksi lanjutan. Sebab, informasi yang didapat wartawan, hari Sabtu ini akan ada aksi lanjutan.
Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan dan menggelar aksi tepat di depan gerbang Mapolda Jateng pukul 00.30 WIB. Pagar besi di sana ditutup separuh, polisi bertameng berjaga di sana.
Beberapa kendaraan taktis (rantis) polisi turut disiagakan di sana. Massa aksi yang rata-rata bersepeda motor, memarkirkan kendaraannya di depan Mapolda Jateng. Beberapa di antara mereka terlihat hendak menerobos barikade.
Tak jarang di antara mereka mengumpat ke polisi yang berjaga di sana. Tak hanya itu, mereka juga menantang duel.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Imbau Semua Pihak Menahan Diri dan Hentikan Kekerasan
"Sing nembak gas air mata sopo, Pak? Kan mesti koncomu! Ora usah drama!" kata seorang massa aksi kepada Kompol Sucipto yang merupakan Kapolsek Semarang Selatan yang ikut berjaga di gerbang Mapolda Jateng.
Sementara di Jalan Pahlawan depan Mapolda Jawa Tengah, beberapa kali melintas rombongan pesepeda motor 2 tak yang terus menggeber gas dengan suara knalpot yang keras. Sebuah mobil dengan suara knalpot memekakkan telinga juga tampak melintas.
Tak lama setelah insiden itu, aksi massa mulai rusuh. Mereka melempari petugas dengan berbagai benda, mulai batu, botol, dan kayu. Mereka juga mencabuti bendera umbul-umbul bertiang bambu yang berada di Jalan Pahlawan. Memutarkan, menyeretnya di aspal.
Baca Juga: Respons Situasi Terkini, Ketum MUI Ajak Semua Pihak Bersabar
Massa makin rusuh. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dini hari itu. Tak hanya sekali. Asap putih mengepul disusul rasa panas dan pedih ketika angin bertiup menerpa muka dan mata.
Massa mundur sembari tetap mencoba melemparkan aneka benda ke arah petugas. Beberapa ada yang kabur ke arah Kusumawardhani dan Pleburan, jalan samping Dinas Sosial Provinsi Jateng, beberapa kabur ke arah Jalan Sriwijaya, Siranda dan Jalan Veteran.
Tak sedikit pula yang kabur ke arah Simpanglima. Sebagian kecil mencoba kabur ke wilayah Gergaji, kompleks belakang Mapolda Jateng jalan kecil samping Pengadilan Tinggi Semarang. Namun, warga setempat sudah menutup portal sembari berjaga. Massa kemudian mengubah arah, kembali kabur ke Jalan Pahlawan.
Massa yang dipukul mundur disusul pasukan pengendali massa termasuk dari Brimob keluar Mapolda Jateng. Mereka kemudian menyekat jalanan di sana sembari membentuk tameng perlindungan.
Menjelang pukul 02.00 WIB dini hari, situasi mulai terkendali. Pantauan di lokasi, setidaknya ada tiga anak muda yang ditangkap petugas kemudian dibawa masuk ke Mapolda Jateng.
“Tadi itu gerombolan kreak-kreak (yang aksi), anak-anak SMP dan STM,” kata seorang petugas intelijen yang ditemui dini hari itu di depan Mapolda Jateng.
Olah TKP Pembakaran
Jumat (29/8/2025) malam jelang Sabtu dini hari, polisi tampak melakukan Olah TKP di kompleks Gubernuran dan DPRD Jawa Tengah. Di situ, sejumlah mobil dibakar dan dirusak massa, termasuk pos penjagaan dan sebuah kantin.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sempat meninjau lokasi kerusakan itu. Dia mengimbau semuanya untuk tetap bisa menahan diri, bersama-sama membuat situasi tetap kondusif.
Aksi perusakan itu terjadi Jumat malam selepas Magrib, ketika segerombolan anak muda tiba-tiba merangsek masuk, merobohkan pagar kantor pemerintahan dan dewan, kemudian beraksi anarkis.
Mobil pemadam kebakaran juga terus menyemprotkan air ke sisa-sisa benda yang dibakar agar api benar-benar padam, dingin dan bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Inafis dan reserse.
Ricuh Jumat malam hingga Sabtu dini hari itu juga menyasar pos polisi. Setidaknya ada dua pos polisi dibakar massa, yakni Pos Polisi Simpanglima dan Pos Polisi Tugumuda.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengemukakan aksi rusuh itu diduga dilakukan segerombolan massa yang turut berbaur dengan pengunjuk rasa aksi damai. "Kami mengamankan beberapa orang untuk diperiksa lebih lanjut," kata Artanto, Jumat malam.
Di sejumlah titik di Jawa Tengah, aksi massa yang ricuh juga terjadi. Artanto mengatakan sejumlah petugas maupun masyarakat terluka akibat insiden itu. Pendataan terus dilakukan.
Sabtu jelang siang ini, polisi tetap berjaga di titik-titik yang ditengarai jadi lokasi aksi lanjutan. Sebab, informasi yang didapat wartawan, hari Sabtu ini akan ada aksi lanjutan.
(zik)
Lihat Juga :