Sekjen Kemendes Harap Program Tekad Percepat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Timur
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 23:56 WIB
loading...
Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid mengatakan, Program Tekad percepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Taufik Madjid mengatakan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia Timur.
Hal tersebut dikatakan Taufik Madjid saat membuka Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah sasaran Program Tekad 2025 di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (29/8/2025) malam.
Menurut Taufik Madjid, Program Tekad merupakan satu dari sekian banyak program yang digulirkan pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Indonesia Timur. Apalagi, saat ini masih ada hampir 11.000 desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang mayoritas berada di wilayah Indonesia Timur.
Baca juga: Kampung Zakat 2025, Kemenag–Kemendes Berdayakan Desa melalui Zakat
Program Tekad juga didesain untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang basicnya harus bertumpu pada potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing desa. “Harapannya Program Tekad ini akan menstimulasi untuk mendorong percepatan agar desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal bisa keluar menjadi desa yang maju dan mandiri,” ujar Taufik.
Taufik Madjid mengatakan, Program Tekad satu nafas dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) berdasarkan visi Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut dikatakan Taufik Madjid saat membuka Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah sasaran Program Tekad 2025 di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (29/8/2025) malam.
Menurut Taufik Madjid, Program Tekad merupakan satu dari sekian banyak program yang digulirkan pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Indonesia Timur. Apalagi, saat ini masih ada hampir 11.000 desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang mayoritas berada di wilayah Indonesia Timur.
Baca juga: Kampung Zakat 2025, Kemenag–Kemendes Berdayakan Desa melalui Zakat
Program Tekad juga didesain untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang basicnya harus bertumpu pada potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing desa. “Harapannya Program Tekad ini akan menstimulasi untuk mendorong percepatan agar desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal bisa keluar menjadi desa yang maju dan mandiri,” ujar Taufik.
Taufik Madjid mengatakan, Program Tekad satu nafas dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) berdasarkan visi Presiden Prabowo Subianto.
Lihat Juga :