Pembagian Kuota Gratis di Lembang Dijegal, Wabup Hengki Meradang
Jum'at, 11 September 2020 - 13:51 WIB
loading...
Wabup Bandung Barat Hengki Kurniawan dalam salah satu kegiatan. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Program pembagian 30.000 Kartu Perdana dan Kuota Gratis 30 GB untuk guru dan pelajar SD, SMP sederajat, di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), gagal terealisasi.
Padahal rencana yang digagas oleh Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan tersebut semestinya dilaksanakan hari ini, Jumat (11/9/2020). Tujuannya untuk membantu pelajar dalam melakukan pembelajaran daring selama kegiatan belajar tatap muka belum dibuka. (BACA JUGA: Dukung Pendidikan, Pangdam Perintahkan Dandim-Danramil Sediakan Wifi Gratis )
"Tadinya saya hari ini mau bagikan 30.000 kartu perdana dan kuota gratis 30 GB untuk guru dan pelajar SD, SMP sederajat di Lembang. Tapi batal terealisasi karena ada faktor nonteknis yang membuat pihak sekolah takut menerima bantuan," kata Hengki saat dihubungi, Jumat (11/9/2020). (BACA JUGA: KBM Tatap Muka Hanya di Sekolah Zona Hijau dan Susah Sinyal Internet )
Disinggung soal faktor nonteknis dimaksud, Hengki menduga ada pihak-pihak tertentu yang meminta agar sekolah tidak menerima bantuan yang diberikan oleh dirinya. Ini menjadi tidak masuk logika, mengingat apa yang dilakukannya adalah demi membantu proses pendidikan siswa di KBB. (BACA JUGA: Kuota Internet Gratis Harus Tepat Sasaran, Jangan Sampai Mubazir )
Hengki merasa heran kenapa sampai ada pihak atau oknum yang sampai tega melakukan pelarangan. Itu menjadi preseden buruk, karena dia memberikan bantuan bukan untuk tujuan politik dan anggarannya juga tidak dari Pemda KBB.
Semua murni karena merasa tergerak untuk membantu siswa yang banyak mengeluh tidak memiliki kuota internet untuk pembelajaran daring.
"Saya sebenarnya gak mau suudzon (berprasangka buruk). Apa karena alasan politis, jadi dilarang? Harusnya liat dari kacamata objektif dong, bahwa ini untuk kepentingan pelajar. Jadi tolong jangan dipolitisasi, kasihan masyarakat," ujar dia.
Padahal rencana yang digagas oleh Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan tersebut semestinya dilaksanakan hari ini, Jumat (11/9/2020). Tujuannya untuk membantu pelajar dalam melakukan pembelajaran daring selama kegiatan belajar tatap muka belum dibuka. (BACA JUGA: Dukung Pendidikan, Pangdam Perintahkan Dandim-Danramil Sediakan Wifi Gratis )
"Tadinya saya hari ini mau bagikan 30.000 kartu perdana dan kuota gratis 30 GB untuk guru dan pelajar SD, SMP sederajat di Lembang. Tapi batal terealisasi karena ada faktor nonteknis yang membuat pihak sekolah takut menerima bantuan," kata Hengki saat dihubungi, Jumat (11/9/2020). (BACA JUGA: KBM Tatap Muka Hanya di Sekolah Zona Hijau dan Susah Sinyal Internet )
Disinggung soal faktor nonteknis dimaksud, Hengki menduga ada pihak-pihak tertentu yang meminta agar sekolah tidak menerima bantuan yang diberikan oleh dirinya. Ini menjadi tidak masuk logika, mengingat apa yang dilakukannya adalah demi membantu proses pendidikan siswa di KBB. (BACA JUGA: Kuota Internet Gratis Harus Tepat Sasaran, Jangan Sampai Mubazir )
Hengki merasa heran kenapa sampai ada pihak atau oknum yang sampai tega melakukan pelarangan. Itu menjadi preseden buruk, karena dia memberikan bantuan bukan untuk tujuan politik dan anggarannya juga tidak dari Pemda KBB.
Semua murni karena merasa tergerak untuk membantu siswa yang banyak mengeluh tidak memiliki kuota internet untuk pembelajaran daring.
"Saya sebenarnya gak mau suudzon (berprasangka buruk). Apa karena alasan politis, jadi dilarang? Harusnya liat dari kacamata objektif dong, bahwa ini untuk kepentingan pelajar. Jadi tolong jangan dipolitisasi, kasihan masyarakat," ujar dia.
Lihat Juga :