Tinjau Sekolah Rakyat di Kendari, Menekraf: Masa Depan Bangsa pada Generasi Muda Kreatif
Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Riefky Harsya mengatakan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai wujud nyata pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah. Menurutnya, keberadaan sekolah ini nantinya harus memperlihatkan bagaimana pendidikan dan kreativitas dapat berjalan beriringan untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dan adaptif.
Dalam kesempatan itu, Riefky memberikan bingkisan kepada siswa serta para pendidik di SRMP 25 Kendari. Riefky juga mengapresiasi peran tenaga pendidik dan relawan yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa.
Menurutnya, dedikasi mereka menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. "Di sini, peran guru, pengurus, sekaligus orang tua menjadi sangat strategis. Guru bukan hanya mengajar, melainkan menjadi teladan yang menumbuhkan keberanian siswa untuk bermimpi besar,” ujarnya.
Dia melanjutkan, orang tua pun memiliki peran yang sama penting, menciptakan suasana rumah yang mendukung, menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan semangat untuk tidak mudah menyerah. “Kolaborasi guru di sekolah dan orang tua di rumah adalah kunci melahirkan generasi unggul," tuturnya.
SRMP 25 merupakan Sekolah Rakyat berbasis asrama, berdiri sebagai kelembagaan pendidikan alternatif dengan dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Meohai. SRMP 25 memiliki fasilitas seperti sarana laboratorium (komputer, IPA), sarpras kesenian, perpustakaan, asrama, dapur, kelas, laptop, hingga unit kesehatan siswa.
Kepala SRMP 25 Kendari Ferdinand mengatakan sebanyak 50 siswa yang berasal dari desil 1 dan desil 2. SRMP 25 memiliki 2 kurikulum: satu kurikulum untuk pembelajaran formal kelas dan satunya lagi kurikulum terkait kegiatan asrama yang bertujuan untuk pemilihan karakter dan kepribadian anak-anak kita.
Dalam kesempatan itu, Riefky memberikan bingkisan kepada siswa serta para pendidik di SRMP 25 Kendari. Riefky juga mengapresiasi peran tenaga pendidik dan relawan yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa.
Menurutnya, dedikasi mereka menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. "Di sini, peran guru, pengurus, sekaligus orang tua menjadi sangat strategis. Guru bukan hanya mengajar, melainkan menjadi teladan yang menumbuhkan keberanian siswa untuk bermimpi besar,” ujarnya.
Dia melanjutkan, orang tua pun memiliki peran yang sama penting, menciptakan suasana rumah yang mendukung, menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan semangat untuk tidak mudah menyerah. “Kolaborasi guru di sekolah dan orang tua di rumah adalah kunci melahirkan generasi unggul," tuturnya.
SRMP 25 merupakan Sekolah Rakyat berbasis asrama, berdiri sebagai kelembagaan pendidikan alternatif dengan dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Meohai. SRMP 25 memiliki fasilitas seperti sarana laboratorium (komputer, IPA), sarpras kesenian, perpustakaan, asrama, dapur, kelas, laptop, hingga unit kesehatan siswa.
Kepala SRMP 25 Kendari Ferdinand mengatakan sebanyak 50 siswa yang berasal dari desil 1 dan desil 2. SRMP 25 memiliki 2 kurikulum: satu kurikulum untuk pembelajaran formal kelas dan satunya lagi kurikulum terkait kegiatan asrama yang bertujuan untuk pemilihan karakter dan kepribadian anak-anak kita.
Lihat Juga :