Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi

Jum'at, 11 September 2020 - 08:07 WIB
loading...
A A A
Sehingga sistem pertahanan dan perlindungan hak anak sempat turun. “Nah, setelah enam bulan ini sudah mulai terstruktur cara kita merespon pandemi. Kita tahu cara mencegahnya dengan protokol kesehatan yang ketat, patuh dan disiplin,” jelasnya. (Baca: Angka Kekerasan Anak Tinggi di Masa Pandemi, Ini Arahan Dewan )

Arie menambahkan, diketahui juga berbagai sistem perlindungan kesehatan yang lain, seperti memastikan asupan nutrisi anak terjaga, serta imunisasi dasar anak harus lengkap. “Berikutnya, perlindungan anak harus dilakukan bersama-sama kembali. Community Parenting dan kolaborasi bisa menjadi solusi,” imbuhnya.

Masa pandemi ini memberikan pelajaran penting tentang Great Reset atau atur kembali prioritas-prioritas kita. Maka, prioritas pembangunan kedepan ialah pembangunan berfokus anak yang berkelanjutan seperti diamanatkan SDGs.

“Termasuk memastikan status gizi mereka baik. Imunisasi mereka lengkap agar lebih kuat. Perlindungan mereka di rumah terjaga. Pandemi mengajarkan bahwa one stop service seperti PKSAI adalah pilihan yang membantu efisiensi waktu, karena semua berkoordinasi di satu tempat. Dan aman covid-19, karena pihak terkait, terutama korban dan keluarganya, dapat mendapatkan pelayanan di satu tempat. Tidak perlu banyak bepergian,” katanya.

Child Protection Specialist UNICEF Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas pengembangan PKSAI di Jatim. Lima tahun lalu, pihaknya seperti mimpi bisa membangun PKSAI pertama di Kabupaten Tulungagung.

Saat ini, kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak akan mempercepat pendirian PKSAI baru lainnya di Jatim. Sehingga komitmen itu tidak hanya Dinas Sosial, tapi juga ada DP3A Jatim, Bappeda serta berbagai universitas yang mendukung. “Desain layanan yang cepat, terintegrasi dan cekatan itulah yang diinginkan Presiden Joko Widodo,” katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Dampingi Korban Kekerasan...
Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Eva Monalisa: Kami Kawal Sampai Tuntas!
Tersangka sejak 2025,...
Tersangka sejak 2025, Polisi Intensifkan Buru DPO Kekerasan Seksual di Jakut
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Kekerasan Seksual...
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, Selly Ingatkan Menghalangi Penyidikan Bisa Dipenjara 5 Tahun
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
PBB Masukkan Israel...
PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual, Zionis Bekukan Hubungan dengan Guterres
Rekomendasi
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Berita Terkini
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Infografis
95.000 Kasus Penipuan...
95.000 Kasus Penipuan Online Terjadi di India Selama 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved