Serapan APBD Tertinggi Nasional, Wakil Ketua DPRD Jabar: Perlu Peningkatan Pendapatan
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian, Iwan juga memberikan catatan penting mengenai posisi pendapatan Jawa Barat yang masih berada di peringkat ke-12 dari 38 provinsi. Menurutnya, capaian tersebut cukup baik, namun masih menyisakan ruang untuk ditingkatkan agar ketahanan fiskal Jabar semakin kuat.
“Dari sisi pendapatan memang perlu kita akui bahwa masih ada potensi yang belum tergarap secara optimal. Kita berada di urutan ke-12, artinya masih ada provinsi lain dengan pendapatan relatif lebih tinggi. Ini tentu jadi refleksi bersama bahwa sektor-sektor penghasil PAD kita masih bisa dimaksimalkan,” tambah politisi dari PKS tersebut.
Iwan mendorong agar Pemprov Jabar bersama seluruh OPD lebih agresif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru yang inovatif dan berkelanjutan, namun tetap menjaga prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Pendapatan tinggi itu penting, tapi jangan hanya dari sektor yang mudah. Kita harus cari peluang lain seperti ekonomi digital, pariwisata berbasis budaya lokal, dan pengembangan ekonomi kreatif yang ramah lingkungan,” tuturnya.
Iwan juga mengingatkan agar percepatan belanja tidak hanya mengejar angka serapan semata, tetapi juga kualitas dari belanja tersebut. Menurut Iwan, penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menyasar kebutuhan strategis masyarakat.
“Ke depan, kita harapkan serapan belanja juga dibarengi dengan perencanaan program yang matang, berbasis data, dan berdampak langsung. Belanja tinggi akan lebih berarti jika betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
“Dari sisi pendapatan memang perlu kita akui bahwa masih ada potensi yang belum tergarap secara optimal. Kita berada di urutan ke-12, artinya masih ada provinsi lain dengan pendapatan relatif lebih tinggi. Ini tentu jadi refleksi bersama bahwa sektor-sektor penghasil PAD kita masih bisa dimaksimalkan,” tambah politisi dari PKS tersebut.
Iwan mendorong agar Pemprov Jabar bersama seluruh OPD lebih agresif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru yang inovatif dan berkelanjutan, namun tetap menjaga prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Pendapatan tinggi itu penting, tapi jangan hanya dari sektor yang mudah. Kita harus cari peluang lain seperti ekonomi digital, pariwisata berbasis budaya lokal, dan pengembangan ekonomi kreatif yang ramah lingkungan,” tuturnya.
Iwan juga mengingatkan agar percepatan belanja tidak hanya mengejar angka serapan semata, tetapi juga kualitas dari belanja tersebut. Menurut Iwan, penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menyasar kebutuhan strategis masyarakat.
“Ke depan, kita harapkan serapan belanja juga dibarengi dengan perencanaan program yang matang, berbasis data, dan berdampak langsung. Belanja tinggi akan lebih berarti jika betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Lihat Juga :