Kecam Tindakan Kekerasan terhadap Wartawan, Sahroni Minta Polisi Usut dan Tangkap Pelaku!
Kamis, 21 Agustus 2025 - 23:16 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam tindakan kekerasan terhadap sejumlah wartawan di Serang, Banten. Foto/Istimewa
A
A
A
SERANG - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam tindakan kekerasan terhadap sejumlah wartawan saat meliput penyegelan pabrik pengolahan timbal PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kecamatan Jawilan, Serang, Banten, Kamis (21/8/2025). Dia menegaskan bahwa tindak kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa ditoleransi.
Ia pun meminta Polda Banten mengusut pelaku dalam kasus ini. “Saya sangat mengecam keras aksi ini. Para pelaku kekerasan dan intimidasi terhadap pers di Serang ini harus diusut tuntas oleh polisi karena mereka sama saja mengancam kebebasan berpendapat,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).
“Jadi saya minta dalam hal ini polisi tidak boleh lambat, harus cepat dan jangan tanggung-tanggung. Kalau perusahaan juga terlibat, proses hukum perusahaannya. Polda Banten harus segera usut dan tangkap semua pelaku yang terlibat dan ungkap motifnya,” sambungnya.
Baca juga: Wartawan dan Humas KLH Dikeroyok Ormas hingga Oknum Brimob, Nama-nama Pelaku Dikantongi
Lebih lanjut, Sahroni juga menyebut bahwa negara harus memberikan rasa aman bagi para wartawan dalam menjalankan tugasnya. “Dan kalau benar ada aparat yang sampai ikut terlibat, maka harus diproses hukum juga. Jangan biarkan ada ketakutan baru bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
“Kalau wartawan saja tidak bisa bekerja dengan aman, maka masyarakat yang akan kehilangan hak untuk mendapatkan informasi yang benar. Pokoknya kita harus mengakhiri segala bentuk intimidasi dan kejahatan terhadap wartawan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Delapan jurnalis yang meliput aksi penyegelan PT Genesis Regeneration Smelting di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan hingga kekerasan, Kamis (21/8/2025). Mereka bersama empat staf humas KLH dikeroyok oleh pihak keamanan dan organisasi masyarakat.
Bahkan, peristiwa itu dilaporkan turut melibatkan oknum anggota Brimob. Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan peristiwa itu bermula ketika tim dari KLH mendatangi pabrik untuk melakukan penutupan.
"Sebelumnya pada tanggal 25 Februari kemarin mereka datang ke sini (Pabrik, red) untuk melakukan police line karena perusahaan melakukan pencemaran, sehingga hari ini mereka datang kembali kesini untuk melakukan penutupan agar tidak beroperasi,"kata Condro kepada awak media.
Setelah itu, kata Condro, sejumlah petugas keamanan perusahaan melakukan tindakan kekerasan kepada para tim humas KLH dan wartawan. "Diduga empat orang humas LH dan satu rekan media yang diduga dikeroyok oleh terduga sekuriti dan beberapa karyawan yang ada di perusahaan ini," tuturnya.
Condro mengatakan bahwa saat ini nama - nama terduga pelaku pengeroyokan telah berhasil dikantongi. Bahkan, pihaknya menerjunkan propam untuk mendalami keterlibatan oknum anggota Brimob.
Ia pun meminta Polda Banten mengusut pelaku dalam kasus ini. “Saya sangat mengecam keras aksi ini. Para pelaku kekerasan dan intimidasi terhadap pers di Serang ini harus diusut tuntas oleh polisi karena mereka sama saja mengancam kebebasan berpendapat,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).
“Jadi saya minta dalam hal ini polisi tidak boleh lambat, harus cepat dan jangan tanggung-tanggung. Kalau perusahaan juga terlibat, proses hukum perusahaannya. Polda Banten harus segera usut dan tangkap semua pelaku yang terlibat dan ungkap motifnya,” sambungnya.
Baca juga: Wartawan dan Humas KLH Dikeroyok Ormas hingga Oknum Brimob, Nama-nama Pelaku Dikantongi
Lebih lanjut, Sahroni juga menyebut bahwa negara harus memberikan rasa aman bagi para wartawan dalam menjalankan tugasnya. “Dan kalau benar ada aparat yang sampai ikut terlibat, maka harus diproses hukum juga. Jangan biarkan ada ketakutan baru bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
“Kalau wartawan saja tidak bisa bekerja dengan aman, maka masyarakat yang akan kehilangan hak untuk mendapatkan informasi yang benar. Pokoknya kita harus mengakhiri segala bentuk intimidasi dan kejahatan terhadap wartawan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Delapan jurnalis yang meliput aksi penyegelan PT Genesis Regeneration Smelting di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan hingga kekerasan, Kamis (21/8/2025). Mereka bersama empat staf humas KLH dikeroyok oleh pihak keamanan dan organisasi masyarakat.
Bahkan, peristiwa itu dilaporkan turut melibatkan oknum anggota Brimob. Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan peristiwa itu bermula ketika tim dari KLH mendatangi pabrik untuk melakukan penutupan.
"Sebelumnya pada tanggal 25 Februari kemarin mereka datang ke sini (Pabrik, red) untuk melakukan police line karena perusahaan melakukan pencemaran, sehingga hari ini mereka datang kembali kesini untuk melakukan penutupan agar tidak beroperasi,"kata Condro kepada awak media.
Setelah itu, kata Condro, sejumlah petugas keamanan perusahaan melakukan tindakan kekerasan kepada para tim humas KLH dan wartawan. "Diduga empat orang humas LH dan satu rekan media yang diduga dikeroyok oleh terduga sekuriti dan beberapa karyawan yang ada di perusahaan ini," tuturnya.
Condro mengatakan bahwa saat ini nama - nama terduga pelaku pengeroyokan telah berhasil dikantongi. Bahkan, pihaknya menerjunkan propam untuk mendalami keterlibatan oknum anggota Brimob.
(rca)
Lihat Juga :