Optimalisasi Penyuluh dalam Pelaporan Data Penggilingan Padi Kunci Swasembada Pangan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:29 WIB
loading...
Optimalisasi Penyuluh...
Mentan Andi Arman Sulaiman menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam pelaporan data penggilingan padi dalam mewujudkan swasembada pangan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Data penggilingan padi merupakan salah satu instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan pangan nasional. Ketersediaan dan kondisi penggilingan menjadi penentu kelancaran rantai pascapanen sekaligus jaminan mutu beras yang dihasilkan.

Tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan memetakan kapasitas produksi, menyusun program peningkatan sarana, hingga memastikan kesejahteraan petani.

Hal itu dibahas dalam Ngobrol Asyik (Ngobras) Bareng Penyuluh Volume 27 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Selasa, 19 Agustus 2025.

Baca juga: Kalah Bersaing, Banyak Penggilingan Padi Kecil yang Mati

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan pentingnya data akurat untuk tata kelola pangan, dengan mengacu pada pidato Presiden Prabowo Subianto. Usaha penggilingan-penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus dari Pemerintah.

“Menindaklanjuti arahan tersebut, Pusluhtan akan melaksanakan sensus penggilingan padi di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai langkah awal menuju basis data yang lebih valid dan terkini,” katanya, Rabu (20/8/2025).

Baca juga: Panglima TNI Tunjuk Letjen Muhammad Saleh Mustafa Jadi Wakasad

Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan penggilingan padi adalah salah satu simpul penting dalam rantai pascapanen. Data yang valid akan memudahkan dalam melihat kondisi riil di lapangan, sehingga program peningkatan kapasitas penggilingan dapat dirancang lebih tepat.

Mendukung arahan Mentan Amran dan Kepala BPPSDMP, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menyatakan akan menggerakkan seluruh penyuluh untuk turun langsung memverifikasi jumlah penggilingan di wilayah binaannya.

Karena peran penyuluh sangatlah strategis, dan mereka yang paling dekat dengan petani sekaligus mengetahui kondisi riil di lapangan, ucap Tedy.

Bahkan, Pusluhtan telah membagikan data penggilingan padi kepada penyuluh untuk diverifikasi. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih ada data yang belum valid. Ditemukan tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara (Sulut), dan Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan penurunan jumlah penggilingan dibanding data sebelumnya.

Kepala Substansi Kelembagaan Petani dan Pemberdayaan Petani Acep Hariri mengatakan pembaruan data harus dilakukan sesuai dengan format yang telah ditentukan.


Penyuluh di lapangan perlu segera melengkapi data terkait jumlah dan kondisi penggilingan padi di wilayah binaannya. Format yang harus diperbarui meliputi status penggilingan aktif atau non-aktif, dan jika ada informasi tambahan dapat dilampirkan secara deskriptif pada kolom keterangan.

"Data ini tidak hanya sekadar angka, tetapi menjadi dasar dalam merumuskan program yang tepat sasaran untuk mendukung petani," jelas Acep.

Acep menambahkan jika Pusluhtan telah menyiapkan Linktree sebagai instrumen pengumpulan data. Penyuluh diingatkan untuk mengisi data hanya sesuai dengan wilayah binaan atau wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, dan tidak melakukan perubahan pada data wilayah lain. Hal ini untuk menjaga validitas serta akuntabilitas data secara nasional.

Pusluhtan menegaskan komitmennya untuk mempercepat verifikasi lapangan dan pengumpulan data penggilingan padi melalui peran aktif penyuluh pertanian.

"Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, memperkuat kelembagaan petani, serta menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian nasional," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri
Indonesia Dorong Keamanan...
Indonesia Dorong Keamanan Pangan, Selandia Baru Komitmen Hadirkan Produk Berkualitas
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Diperiksa Polda Metro...
Diperiksa Polda Metro Jaya, Pelapor Feri Amsari Dicecar 20 Pertanyaan
Inkoppas: Isu Kenaikan...
Inkoppas: Isu Kenaikan Harga Solar Berpotensi Ganggu Distribusi Bahan Pangan
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Puji Polri, Prabowo:...
Puji Polri, Prabowo: Kalian Sering Dicaci Maki tapi Tak Pantang Menyerah
Rekomendasi
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Nonton Microdrama V+Short...
Nonton Microdrama V+Short Lebih Puas, Upgrade ke VIP Plan Sesuai Kebutuhan!
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Berita Terkini
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved