Viral! Plt Dirut Perumda Tirtawening Copot Seluruh CCTV, Alasannya Informasi Bocor Terus
Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
"Waktu ada instruksi dari saya, harusnya langsung dilaksanakan. Kalau hanya sebatas lisan dianggap tidak kuat, mestinya diverifikasi ke saya. Karena setiap rapat di ruangan itu selalu ada informasi yang bocor keluar. Itu saya anggap pelanggaran berat," ujar Tono.
Bahkan Tono pun meminta melepas CCTV menuju akses server perkantoran tersebut. Dia menegaskan tidak membutuhkan CCTV dengan dalih agar aktivitas para pegawai tidak terbatas karena ada kamera pengawas.
Baca juga: 24.405 Orang Melamar Jadi Petugas Damkar Jakarta, Hanya 4.200 Penuhi Syarat Administrasi
"Akses ke ruang server memang terbatas. Tapi untuk saya, tidak perlu ada CCTV di dalam ruang tersebut. Tolong, jangan ada lagi CCTV di dalam. Semua dicabut agar karyawan merasa bebas," tutur Plt Dirut Perumda Tirtawening.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmawan menyoroti dan prihatin terkait langkah pencopotan CCTV di kantor Perumda Tirtawening tersebut atas perintah Plt Dirut Tono Rusdiantono.
Menurut Andri, BUMD itu merupakan objek vital baik berkaitan dengan pengamanan data dan informasi, terutama penyedia layanan air bersih untuk masyarakat yang telah menjadi pelanggan.
"Menanggapi viralnya pemberitaan di media sosial terkait pencabutan CCTV di lingkungan BUMD Perumda Tirtawening Kota Bandung, kami selaku Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung menyampaikan rasa keprihatinan mendalam. Perumda Tirtawening adalah perusahaan yang berperan vital dalam pelayanan publik," kata Andri.
Bahkan Tono pun meminta melepas CCTV menuju akses server perkantoran tersebut. Dia menegaskan tidak membutuhkan CCTV dengan dalih agar aktivitas para pegawai tidak terbatas karena ada kamera pengawas.
Baca juga: 24.405 Orang Melamar Jadi Petugas Damkar Jakarta, Hanya 4.200 Penuhi Syarat Administrasi
"Akses ke ruang server memang terbatas. Tapi untuk saya, tidak perlu ada CCTV di dalam ruang tersebut. Tolong, jangan ada lagi CCTV di dalam. Semua dicabut agar karyawan merasa bebas," tutur Plt Dirut Perumda Tirtawening.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmawan menyoroti dan prihatin terkait langkah pencopotan CCTV di kantor Perumda Tirtawening tersebut atas perintah Plt Dirut Tono Rusdiantono.
Menurut Andri, BUMD itu merupakan objek vital baik berkaitan dengan pengamanan data dan informasi, terutama penyedia layanan air bersih untuk masyarakat yang telah menjadi pelanggan.
"Menanggapi viralnya pemberitaan di media sosial terkait pencabutan CCTV di lingkungan BUMD Perumda Tirtawening Kota Bandung, kami selaku Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung menyampaikan rasa keprihatinan mendalam. Perumda Tirtawening adalah perusahaan yang berperan vital dalam pelayanan publik," kata Andri.
Lihat Juga :