Etnis Tionghoa di Bandung Khidmat Gelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT Ke-80 RI
Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:50 WIB
loading...
Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Bandung menggelar upacara pengibaran bendera merah putih HUT ke-80 RI di Sekolah Trimulia, Jalan Dr Djunjunan, Minggu (17/8/2025). Foto/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Etnis Tionghoa yang tergabung dalam Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Kota Bandung menggelar upacara pengibaran bendera merah putih HUT ke-80 RI di Sekolah Trimulia, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Minggu (17/8/2025). Upacara pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI yang diinisiasi oleh pengurus MTP itu berlangsung khidmat.
Inspektur Upacara Direktur Pengembangan (Dirbang) Riset RSPAD Gatot Subroto Brigjen TNI dr Jonny. Uniknya, seluruh anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) dan petugas upacara merupakan remaja Tionghoa.
Baca juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Seluruh Peserta Upacara: Saya Bangga dengan Kalian Semua
Mereka tampak disiplin hingga sukses mengibarkan bendera merah putih di puncak tiang bendera lapangan upacara Sekolah Trimulia.
Selain itu, hadir pula 5 tokoh agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Konghucu, Hindu, dan Budha. Namun, doa dipimpin oleh ulama agama Islam.
Dalam sambutannya, Inspektur upacara Brigjen TNI dr Jonny mengatakan, peran serta masyarakat Tionghoa penting dalam mengisi kemerdekaan dan menghargai jasa para pahlawan.
Baca juga: Momen Prabowo Peluk Anak Gibran, Jan Ethes dan La Lembah Manah di Istana Merdeka
"Saya mengingatkan, jangan rendah diri dan merasa minoritas. Indonesia negara besar, terdiri atas suku bangsa, etnis, budaya, dan agama. Setiap anak bangsa memiliki hak dan kesempatan sama untuk berpartisipasi mengisi kemerdekaan," kata Brigjen TNI dr Jonny, perwira tinggi TNI AD dari etnis Tionghoa.
Koordinator Bakti Sosial MTP Djoni Toat Muljadi mengatakan, upacara pengibaran bendera merah putih 17 Agustus rutin dilaksanakan MTP dalam tiga tahun terakhir.
"Sebelumnya kami menjadi peserta upacara HUT Kemerdekaan RI atas undangan Pemprov Jabar di Gedung Sate. Tapi karena pandemi Covid-19, kami melaksanakan upacara sendiri," kata Djoni.
Djoni menyatakan, pelaksanaan upacara pengibaran bendera yang digelar MTP berpindah-pindah.
Pertama digelar di Yayasan Harapan Kasih, Mekarwangi. Kemudian kedua di Sekolah Citra Cemara, Jalan Seokarnor-Hatta; dan kali ini di Sekolah Trimulia, Jalan Dr Djunjunan.
"Tahun depan sudah ada sekolah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI. Jadi, kami membuka diri bagi sekolah yang ingin menjadi tuan rumah upacara HUT Kemerdekaan RI. Kami fasilitasi," ujar Djoni.
Djoni menuturkan, selain upacara pengibaran bendera, MTP juga memberikan tali asih atau kadeudeuh 1.100 paket sembako kepada para pejuang dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung dan Jawa Barat, serta organisasi disabilitas.
"Pemberian paket sembako ini bentuk kepedulian MTP kepada para veteran dan penyandang disabilitas," kata Djoni
Menurut Djoni, upacara pengibaran bendera HUT Kemerdekaan RI ini, dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian MTP dan membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda, terutama dari etnis Tionghoa.
"Terutama adik-adik yang tidak mengalami perjuangan kemerdekaan, bisa menghargai jasa-jasa para pahlawan sehingga Republik Indonesia ini berdiri," ucap Djoni.
Inspektur Upacara Direktur Pengembangan (Dirbang) Riset RSPAD Gatot Subroto Brigjen TNI dr Jonny. Uniknya, seluruh anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) dan petugas upacara merupakan remaja Tionghoa.
Baca juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Seluruh Peserta Upacara: Saya Bangga dengan Kalian Semua
Mereka tampak disiplin hingga sukses mengibarkan bendera merah putih di puncak tiang bendera lapangan upacara Sekolah Trimulia.
Selain itu, hadir pula 5 tokoh agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Konghucu, Hindu, dan Budha. Namun, doa dipimpin oleh ulama agama Islam.
Dalam sambutannya, Inspektur upacara Brigjen TNI dr Jonny mengatakan, peran serta masyarakat Tionghoa penting dalam mengisi kemerdekaan dan menghargai jasa para pahlawan.
Baca juga: Momen Prabowo Peluk Anak Gibran, Jan Ethes dan La Lembah Manah di Istana Merdeka
"Saya mengingatkan, jangan rendah diri dan merasa minoritas. Indonesia negara besar, terdiri atas suku bangsa, etnis, budaya, dan agama. Setiap anak bangsa memiliki hak dan kesempatan sama untuk berpartisipasi mengisi kemerdekaan," kata Brigjen TNI dr Jonny, perwira tinggi TNI AD dari etnis Tionghoa.
Koordinator Bakti Sosial MTP Djoni Toat Muljadi mengatakan, upacara pengibaran bendera merah putih 17 Agustus rutin dilaksanakan MTP dalam tiga tahun terakhir.
"Sebelumnya kami menjadi peserta upacara HUT Kemerdekaan RI atas undangan Pemprov Jabar di Gedung Sate. Tapi karena pandemi Covid-19, kami melaksanakan upacara sendiri," kata Djoni.
Djoni menyatakan, pelaksanaan upacara pengibaran bendera yang digelar MTP berpindah-pindah.
Pertama digelar di Yayasan Harapan Kasih, Mekarwangi. Kemudian kedua di Sekolah Citra Cemara, Jalan Seokarnor-Hatta; dan kali ini di Sekolah Trimulia, Jalan Dr Djunjunan.
"Tahun depan sudah ada sekolah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI. Jadi, kami membuka diri bagi sekolah yang ingin menjadi tuan rumah upacara HUT Kemerdekaan RI. Kami fasilitasi," ujar Djoni.
Djoni menuturkan, selain upacara pengibaran bendera, MTP juga memberikan tali asih atau kadeudeuh 1.100 paket sembako kepada para pejuang dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung dan Jawa Barat, serta organisasi disabilitas.
"Pemberian paket sembako ini bentuk kepedulian MTP kepada para veteran dan penyandang disabilitas," kata Djoni
Menurut Djoni, upacara pengibaran bendera HUT Kemerdekaan RI ini, dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian MTP dan membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda, terutama dari etnis Tionghoa.
"Terutama adik-adik yang tidak mengalami perjuangan kemerdekaan, bisa menghargai jasa-jasa para pahlawan sehingga Republik Indonesia ini berdiri," ucap Djoni.
(shf)
Lihat Juga :