Pengusaha Keluhkan Pembatasan Truk Sumbu 3 saat Libur Awal September 2025
Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Pembatasan truk sumbu 3 dengan melarang melewati jalur tol saat libur Maulid Nabi pasti akan menambah biaya dari sisi transportasinya. Hal itu disebabkan waktu pengirimannya dipastikan lebih lama jika melewati jalur arteri.
Dia mengungkapkan komponen transportasi itu paling besar mempengaruhi harga jual barang, di mana angkanya bisa mencapai 15 persen lebih. “Itulah sebabnya harga jualnya juga pasti akan berubah. Apalagi komponen transportasi adalah komponen terbesar bagi dunia usaha,” katanya.
Dia mencontohkan pengiriman barang dari area pabrik di Cikarang atau dari Tangerang ke Jakarta. “Saat kirim barang ke Jakarta dengan lewat tol saja, kita cuma sanggup sekali atau dua kali pengiriman. Jadi, bisa dibayangkan besarnya penambahan biaya transportasinya kalau kita tidak diizinkan lewat tol tapi lewat jalur arteri. Belum lagi adanya denda dari klien karena terlambatnya pengiriman,” ujar Aaron.
Contoh penghematan biaya transportasi ini juga dialami para pelaku usaha beton ringan dengan adanya tol baru dari Jakarta ke Surabaya. Sebelum tol beroperasi, biaya transportasi untuk pengiriman beton atau bata ringan dari Tangerang ke Surabaya dengan menggunakan kereta api hampir Rp50 ribu per kubik.
“Tapi, tahun lalu setelah ada tol baru ini, biaya transportasinya turun di angka hampir Rp30 ribu per kubik. Jadi, jika kami dilarang menggunakan jalur tol saat hari libur besar, biaya transportasi akan naik lagi. Kondisi ini membuat daya beli menurun dan usaha kami akan semakin melemah,” ucapnya.
Dia mengungkapkan komponen transportasi itu paling besar mempengaruhi harga jual barang, di mana angkanya bisa mencapai 15 persen lebih. “Itulah sebabnya harga jualnya juga pasti akan berubah. Apalagi komponen transportasi adalah komponen terbesar bagi dunia usaha,” katanya.
Dia mencontohkan pengiriman barang dari area pabrik di Cikarang atau dari Tangerang ke Jakarta. “Saat kirim barang ke Jakarta dengan lewat tol saja, kita cuma sanggup sekali atau dua kali pengiriman. Jadi, bisa dibayangkan besarnya penambahan biaya transportasinya kalau kita tidak diizinkan lewat tol tapi lewat jalur arteri. Belum lagi adanya denda dari klien karena terlambatnya pengiriman,” ujar Aaron.
Contoh penghematan biaya transportasi ini juga dialami para pelaku usaha beton ringan dengan adanya tol baru dari Jakarta ke Surabaya. Sebelum tol beroperasi, biaya transportasi untuk pengiriman beton atau bata ringan dari Tangerang ke Surabaya dengan menggunakan kereta api hampir Rp50 ribu per kubik.
“Tapi, tahun lalu setelah ada tol baru ini, biaya transportasinya turun di angka hampir Rp30 ribu per kubik. Jadi, jika kami dilarang menggunakan jalur tol saat hari libur besar, biaya transportasi akan naik lagi. Kondisi ini membuat daya beli menurun dan usaha kami akan semakin melemah,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :