Pengusaha Keluhkan Pembatasan Truk Sumbu 3 saat Libur Awal September 2025

Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:16 WIB
loading...
Pengusaha Keluhkan Pembatasan...
Pembatasan operasional truk sumbu 3 saat hari libur Maulid Nabi selama 3 hari mulai 4, 5, dan 7 September 2025 membingungkan pengusaha di sektor beton ringan. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Pembatasan operasional truk sumbu 3 saat hari libur Maulid Nabi selama 3 hari mulai 4, 5, dan 7 September 2025 membingungkan pengusaha di sektor beton ringan. Pasalnya, kebijakan tersebut akan menyebabkan naiknya biaya transportasi yang berimbas kepada harga jual.

Sekjen Perkumpulan Produsen Beton Ringan Indonesia (Proberindo) Aaron Alvin Bahar mengatakan, pembatasan operasional sumbu 3 sangat merepotkan pengusaha beton ringan. Hal itu disebabkan kebijakan tersebut bisa merusak harga yang sudah disepakati dengan klien.

Baca juga: Pengusaha: Hindari Kerugian Ekonomi, Jangan Ada Lagi Pembatasan Truk Angkutan

“Pasti dari sisi harga sangat berpengaruh. Jadi repot kalau seperti itu, terutama untuk proyek yang misalnya kita sudah ada kesepakatan harga. Tiba-tiba ada perubahan harga karena kebijakan pembatasan yang diberitahukan secara mendadak seperti ini,” ujar Aaron, Kamis (14/8/2025).

Menurut dia, kebijakan pembatasan operasional truk sumbu 3 yang diberitahukan secara mendadak seperti ini akan membuat tidak bisa mengunci harga di penawaran. “Dari sisi pembeli itu pasti pusing, pasti akan ada imbasnya. Kayak contoh yang waktu kita naikkan BBM aja dulu kan repot semua itu,” tuturnya.

Pembatasan truk sumbu 3 dengan melarang melewati jalur tol saat libur Maulid Nabi pasti akan menambah biaya dari sisi transportasinya. Hal itu disebabkan waktu pengirimannya dipastikan lebih lama jika melewati jalur arteri.

Dia mengungkapkan komponen transportasi itu paling besar mempengaruhi harga jual barang, di mana angkanya bisa mencapai 15 persen lebih. “Itulah sebabnya harga jualnya juga pasti akan berubah. Apalagi komponen transportasi adalah komponen terbesar bagi dunia usaha,” katanya.

Dia mencontohkan pengiriman barang dari area pabrik di Cikarang atau dari Tangerang ke Jakarta. “Saat kirim barang ke Jakarta dengan lewat tol saja, kita cuma sanggup sekali atau dua kali pengiriman. Jadi, bisa dibayangkan besarnya penambahan biaya transportasinya kalau kita tidak diizinkan lewat tol tapi lewat jalur arteri. Belum lagi adanya denda dari klien karena terlambatnya pengiriman,” ujar Aaron.

Contoh penghematan biaya transportasi ini juga dialami para pelaku usaha beton ringan dengan adanya tol baru dari Jakarta ke Surabaya. Sebelum tol beroperasi, biaya transportasi untuk pengiriman beton atau bata ringan dari Tangerang ke Surabaya dengan menggunakan kereta api hampir Rp50 ribu per kubik.

“Tapi, tahun lalu setelah ada tol baru ini, biaya transportasinya turun di angka hampir Rp30 ribu per kubik. Jadi, jika kami dilarang menggunakan jalur tol saat hari libur besar, biaya transportasi akan naik lagi. Kondisi ini membuat daya beli menurun dan usaha kami akan semakin melemah,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Libur Panjang Dongkrak...
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mal, APPBI Optimistis Sektor Ritel Tetap Bergairah
50.342 Kendaraan dari...
50.342 Kendaraan dari Arah Trans Jawa Kembali ke Jakarta
Libur Panjang Iduladha...
Libur Panjang Iduladha Berakhir, 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
Tol Trans Jawa Ramai...
Tol Trans Jawa Ramai saat Libur Waisak, Ribuan Kendaraan Padati Gerbang Tol Utama
Usai Libur Panjang,...
Usai Libur Panjang, Arus Kendaraan Masuk Jabotabek Diperkirakan Naik Mulai Hari Ini dan Besok
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved