Dari Balik Sengatan Bau Sampah, Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat Perkuat Ekonomi Petani dengan Kompos
Minggu, 10 Agustus 2025 - 21:36 WIB
loading...
A
A
A
Langkah konkret pengelolaan sampah di Tapanuli Utara dimulai dari atas meja rapat. Sehari sebelumnya, Selasa (5/8/2025), Bupati memimpin rapat koordinasi lintas sektor.
Hadir dalam rapat itu Wakil Bupati Deni, Asisten Bahal Simanjuntak, kepala dinas dari sektor lingkungan, pertanian, ketahanan pangan, hingga jajaran Direksi Perseroda. Fokus utama mereka adalah bagaimana mengubah sampah menjadi kompos yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam rapat, JTP yang juga merupakan Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara ini, mendorong agar paradigma terhadap sampah diubah secara menyeluruh. Bukan lagi hanya sebagai masalah kebersihan kota, tetapi juga dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
"Kita harus mengubah cara pandang terhadap sampah. Ini bukan lagi sekadar limbah, tapi potensi," katanya.
Dia meyakini, jika dikelola dengan baik, sampah organik bisa menjadi pupuk kompos yang langsung bermanfaat bagi petani di wilayah tersebut.
Gagasan itu pun lantas diikuti dengan rencana konkret, yakni memaksimalkan peran Perseroda dalam pengelolaan kompos. Mulai dari proses produksi di TPA hingga distribusi ke masyarakat dan kelompok tani.
Hadir dalam rapat itu Wakil Bupati Deni, Asisten Bahal Simanjuntak, kepala dinas dari sektor lingkungan, pertanian, ketahanan pangan, hingga jajaran Direksi Perseroda. Fokus utama mereka adalah bagaimana mengubah sampah menjadi kompos yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam rapat, JTP yang juga merupakan Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara ini, mendorong agar paradigma terhadap sampah diubah secara menyeluruh. Bukan lagi hanya sebagai masalah kebersihan kota, tetapi juga dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
"Kita harus mengubah cara pandang terhadap sampah. Ini bukan lagi sekadar limbah, tapi potensi," katanya.
Dia meyakini, jika dikelola dengan baik, sampah organik bisa menjadi pupuk kompos yang langsung bermanfaat bagi petani di wilayah tersebut.
Gagasan itu pun lantas diikuti dengan rencana konkret, yakni memaksimalkan peran Perseroda dalam pengelolaan kompos. Mulai dari proses produksi di TPA hingga distribusi ke masyarakat dan kelompok tani.
Lihat Juga :